Type something and hit enter

author photo
By On

Khilaf Atau Kesalahan Masa Lalu Akan Membuat Manusia Jadi Lebih Baik - Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pernah berbuat salah. Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf "Al Insanu Mahallul khata’ wan nissiyan" begitulah pepetah arab katakan, dalam terjemahan bahasa kita yang artinya "Manusia Adalah Tempat Salah Dan Khilaf" Pepatah di atas bukan berarti manusia dibiarkan untuk selalu berbuat salah dan dosa, akan tetapi kesalahan pada diri manusia harus ditebus dengan tobat, penyesalan dan penghentian.

 

Cara Bertaubat Cara Memperbaiki Kesalahan Cara Memperbaiki Kekilafan

Jika ada manusia mengaku tidak pernah salah maka dia mungkin makluk bukan manusia atau makluk yang hanya menyerupai seperti manusia namun sebenarnya hatinya sudah di kuasai iblis seperti admin pakpandir.com Diriwiyatkan oleh H.R. Tirmidzi, Rasulullah pernah bersabda:

Setiap anak Adam adalah sering berbuat salah. Dan, sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.? (H.R. Tirmidzi)


[ BACA JUGA : Cara Embed Video Youtube Untuk Facebook Instant Article ]

Semua manusia pasti pernah berbuat atau melakukan kesalahan. Kesalahan seseorang itu bisa saja terjadi karena disengaja dan tidak disengaja. Kesalahan yang karena tidak sengaja bisa terjadi manakala suatu perbuatan yang terlanjur dilakukannya tanpa sepengetahuannya bahwa ternyata perbuatan yang ia lakukan akan menjadi salah pada kemudian hari atau mungkin bersinggungan dengan orang lain. Dan bila suatau kesalahan itu dilakukan dengan sengaja, maka itu berarti sudah terjadi kekhilafan terhadap dirinya.pakpandir banyak ngalami



Kekhilafan- Sebuah kehilafan, Sewaktu kejadian atau kesalahan itu ia lakukan sebenarnya ada control yang lepas yang terjadi pada alam kesadaran pikirannya. Dan Seandai saja ia bisa melakukan control kejiwaan yang baik pada waktu itu, maka tentu kesalahan sekecil apapun insya Allah tidak akan terjadi. Sebuah kesalahan antara sesama manusia dan manusia sebenarnya tidak berdampak apa apa asalkan tidak terjadi benturan atau ketersinggungan antara keduanya, di satu pihak yang melakukan kesalahan, dilain pihak adanya benturan perasaan, benturan kepentingan, benturan fisik, yang secara hukum normative dan hukum positif telah terjadi gesekan keras diantara keduanya. Gesekan ini terjadi disebabkan adanya ketidak senangan di satu pihak terhadap sebuah kesalahan yang dilakukan oleh pihak lainnya.


[ BACA JUGA : Cara Mendapat Uang Online Dari Internet Lewat Facebook Instant Article ]

Dalam Islam, mampu memaafkan kesalahan orang lain merupakan salah satu ciri orang yang bertaqwa (muttaqin). Allah SWT berfirman:

۞ وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ (١٣٣) ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡڪَـٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ‌ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ (١٣٤)
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu, Allah menyediakan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang atau sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-Imran: 133-134).

 

وَجَزَٲٓؤُاْ سَيِّئَةٍ۬ سَيِّئَةٌ۬ مِّثۡلُهَا‌ۖ فَمَنۡ عَفَا وَأَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُ ۥ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّهُ ۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِينَ (٤٠)
Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah.” (Q.S.Asy-Syura : 40).

Agama Islam- Islam mengajak manusia untuk saling maaf memaafkan. Dalam ajaran islam memberikan posisi tinggi bagi pemberi maaf. Karena sifat pemaaf merupakan bagian dari akhlak yang sangat luhur, yang harus menyertai seorang Muslim yang bertakwa. Disebutkan dalam hadist, Dari Uqbah bin Amir, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda,

“wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu.” (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy)

Di dalam kitab suci Al-Quran memang menetapkan, bahwa seseorang yang diperlakukan secara dzalim diizinkan untuk membela diri tapi bukan didasarkan balas dendam. Pembelaan diri dilakukan dengan penuh simpati seraya menunjukan perangai yang luhur, dengan bersabar, memaafkan dan saling toleran.


[ BACA JUGA : Fakta Adanya Penghuni Bumi Sebelum Adam ]

Sedikit cerita, ini yang dulu- dulu punya cerita, ceritanya pakpandir pernah melakukan sedikit kesalahan yang kebetulan tidak di senaja. Tapi alhamdulilah lumayan. lumayan yang pakpandir maksudkan sih setidaknya berkurang 1% rasa penasaran.prett...

 

Pernah dulu suatu ketika masuk ke rumah cewek orangnya cakep baget ngak salam ngak pakai ketok pintu terus nyelonong masok dan tak senaja ane ngelihat aurotnya si cewek itu. Ups...! Jangan ngeres dulu... aurot, yang ane lihat sih cuma rambut..! ups..! udah di bilang ente-ente semua jangan ngeres dulu ya..! Maksud ane rambut yang di kepala lho, itu merupakan bagian aurot bukan..?! Cewek hijab ceritanya.... Pendek cerita ane di marahi,udah minta maaf, ngak di maafkan malah dia makin sinis dan menjadi-jadi.. Sudah pakai jurus merayu-merayu meminta kemaafan secara langsung, tetep juga ane ngak di maafkan. Ane minta maafnya waktu itu ribet banget seingat ane membutuhkan waktu 145jam dan 30 menit Jabang Bayi pakai media chat whatapps dan facebook, Ternyata di sebalik itu, ada sebuah kesilafan lain yang pernah ane perbuat dulu, dan dia hanya ingin menunjukan kepada ane pas bebarengan dengan kesalahan yang tidak ane senaja tadi. Pokoknya Keren banget cara dia nyadarkan ane. Singkat cerita Kemaafan sudah ane dapet dan sesuatu yang baik juga ane dapetkan darinya. Iklas memafkan dengan lapang dada katanya. Namun sebenarnya masih ada yang kurang, karena menurut alquran ada tingkatan yang lebih tinggi dalam rangka memberi maaf dan meminta maaf, ia itu dengan saling mushafahat ("Berjabat Tangan") Serius,...Kampret.. Mari kita simak ayat alquran dalam surat annur di bawah ini :

وَلَا يَأۡتَلِ أُوْلُواْ ٱلۡفَضۡلِ مِنكُمۡ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤۡتُوٓاْ أُوْلِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينَ وَٱلۡمُهَـٰجِرِينَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ‌ۖ وَلۡيَعۡفُواْ وَلۡيَصۡفَحُوٓاْ‌ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَكُمۡ‌ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ (٢٢)
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka [tidak] akan memberi [bantuan] kepada kaum kerabat [nya], orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [1]. (22)

Ketika Matsah yang dibiayai hidupnya oleh Abu Bakar menyebarkan gosip yang menyangkut kehormatan putrinya Aisyah yang juga istri Nabi. Abu Bakar bersumpah tidak akan membiayainya lagi. Tapi, Allah melarangnya sambil menganjurkan untuk memberika maaf dan berlapang dada.(Q.S. an-Nur : 22).

 

Dari ayat di atas ternyata ada tingkatan yang lebih tinggi dari alafwu (maaf), yaitu alshafhu. Kata ini pada mulanya di artikan kelapangan. Darinya kemudian dibentuk kata shafhat yang berarti lembaran atau halaman, serta mushafahat yang berarti yang berarti berjabat tangan. Seorang yang melakukan alshafhu seperti anjuran ayat diatas, dituntut untuk melapangkan dadanya sehingga mampu menampung segala ketersinggungan serta dapat pula menutup lembaran lama dan membuka lembaran baru. Alshafhu yang digambarkan di sini dalam bentuk jabat tangan itu, menurut Al-Raghib al-Asfahaniy ‘lebih tinggi nilainya’ dari pada memaafkan. sumber: wakek.co.id | Belajar Nahwu,Shorop,Tafsir Online

 

Dalam alshafhu dituntut harus mampu kembali membuka lembaran baru dan menutup lembaran lama. pepatah inggris ‘Let’s gone be by gone’ (yang lalu biarlah berlalu), bangun kembali ke masa depan dengan semangat yang baru. Kita selalu lupa, karena kesalahan yang telah dibuat orang lain, kita lalu melupakan semua kebaikan yang telah dibuatnya. Untuk itu, kita juga harus memperlakukan semuanya secara seimbang. Yang terbaik buat kita hari ini adalah bersama-sama membangun kembali dengan semangat baru, ketulusan hati dan semangat persaudaraan.


[ BACA JUGA : Widget Al-Quran Online Di Blog Dapat Copy Paste ]

Di atas adalah contoh kesalahan dan kekilafan pada diri sendiri dan manusia lainya. Dan apabila kesalahan, khilaf atau dosa berhubungan dengan hak Allah, maka ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu :

 

  1. Harus menghentikan tindakan maksiat.
  2. Harus dengan sungguh-sungguh menyesali perilaku dosa yang telah dikerjakan.
  3. Berniat dengan tulus untuk tidak mengulangi kembali perbuatan tersebut.

Untuk khilaf yang berhubungan dengan hak Allah kalau di uraikan akan sangat panjang mungkin bila ada kesempatan pakpandir akan postingkan di artikel terpisah. Lanjutkan....Khilaf adalah perbuatan salah yang tidak disengaja, Bukan perbuatan yang melalui proses pemikiran atau direncanakan sebelumnya dan bukan pula yang dilakukan berulang-ulang. khilaf haruslah diikuti dengan rasa penyesalan yang mendalam dan janji tidak akan mengulanginya lagi.



Kekhilafan - Seseorang karena khilaf, lupa, bersalah atau mungkin terpaksa, tidak dapat dinilai baik atau buruk. Atau tidak dapat dikatakan perbuatan itu akhlak. Alasannya :

 

  1. Khilaf adalah perbuatan yang tidak melekat pada diri seseorang. (tidak berulang-ulang)
  2. Khilaf adalah perbuatan yang tidak berdasarkan kesadaran.
  3. Khilaf tidak termasuk Perbuatan baik atau buruk.
  4. Khilaf tidak bisa menjadi kepribadian.
  5. khilaf dilakukan tidak atas dasar pilihan.

Setiap orang pernah berbuat dosa, lupa, salah dan khilaf. bahkan nabi muhamad pun pernah melakukan kesalahan yang mungkin kalian belum mendengarnya, yang Insyaallah akan di postingkan pakpandir di blog ini.


[ BACA JUGA : Cara Membuat Sitemap Daftar Isi Blog]

Karna kesilafan dan kesalahan masa lalu itu terkadang manusia akan menjadi lebih baik. Demikian artikel sekilas tentang Manusia Tempat Salah Dan Khilaf. Mulai sekarang dan kedepanya, sebaiknya dalam mengambil keputusan, kita harus dengan mempertimbangkannya dan dengan penuh kematangan. Jangan sampai salah mengambil keputusan lagi karena keputusan yang salah tersebut akan berdampak pada kehidupan kita yang akan datang.

Click to comment