-->

Type something and hit enter

On

Menyingkap Kegelapan Hati Temukan Kebenaran- Ibadah juga salah satu jalan untuk menemukan cahaya. Ibadahmu itu akan sejati apabila bisa memantulkan cahaya ilahi. Untuk bisa kesana, hatimu jiwamu harus bersih. Shalatmu itu akan banyak manfaat kalau hatimu jernih mau memantulkan maunya dan tujuannya shalat. Kenapa selama ini ibadah kita ngak formalitas ngak ngefek sama sekali dengan kehidupan kita?. Karena kita ada dalam kegelapan. Orang yang gelap itu kan ngak kelihatan apa-apa,. Sejatinya yang dia lakukan dia tidak faham, hakikat-hakikat yang dia fahami yang dia jalani juga dia ngak ngerti. Kenapa begitu..?

 

Cara membersihkan Hati Yang Gelap Agar Melihat Cahaya Kebenaran

 

Kenapa begitu..? Karna dia ngak ngerti. Kenapa begitu?.Karna hatinya gelap. Akalnya mungkin masih jalan, masih cerdas bisa ngeritik kesana-kemari, bisa ngomongnya kelas tinggi tapi. Tapi,hidupnya tiap hari ngak mencerminkan yang diomongkan. Tidak mencerminkan yang dia ceramahkan kemana-mana. Kenapa begitu..? Yok,.kalimatnya hanya berhenti di mulut, hidupnya sendiri bukan cerminan itu. Kenapa kok hidupnya ngak jadi cerminan?.Karena hatinya gelap. Menangkapnya pakai akal dia cangih tapi menangkapnya pakai hati tidak bisa.

 

Baca Juga : Orang Ceramah Tentang Kebaikan Belum Tentu Orang Baik

 

Maka, syaratnya ibadah biar maksimum manfaatnya singkaplah kegelapan hati, Bersihkan hatimu. Kotoran hati itu kayak setitik kotoran di kaca. Kalau awal-awal segera di bersihkan mudah, tapi kalau kamu biarkan lama-lama apalagi terus bertambah kotoran lagi dan tambah lagi lama-lama gelap dan membersihkanya susah. Akhirnya yang gelappun kamu angap terang karena kamu tidak pernah ngerti terang.



Jadi, yang jelek kelihatanya jadi bagus. Kenapa.? Karna belum pernah melihat cahaya yang baik [cahaya kebaikan], sehingga yang jelek inilah diangep yang bagus. Kenapa begitu.? Karena batinya sudah gelap. Yo, semakin mengerak kan tambah susah. Apalagi sama orang pinter, barang salah bisa mutar-muterkan jadi bener. Sudah jelas salah ada buktinya kadang-kadang ada CCTV Nya masih bisa bikin alasan. Biar apa.? biar bener. Itulah jagonya akal. Menunjukkan jagonya akal sekaligus menunjukkan gelapnya hati. Hati itu tidak bisa di bohongi, hati itu kalau sudah bilang salah dia akan bilang salah, kecuali dia sedang gelap. Kalau dia sedang gelap, dia tidak bisa melihat yang sejati. Nah, hati yang gelap itu terhijab oleh amal-amal buruk.

 

Baca Juga : Suci Luar Dalam, Hakikat Menyucikan Diri Lahir Dan Batin

 

Cara membersihkan Bagaimana..? Yo agak susah memang.. Tapi katanya Syech Abdul Qodir Al-Jaelani, Ayok di upayakan..! Ilmunya dulu, kalau sudah dapat ilmu diamalkan ilmunya dengan upaya dan tindakan". Karena Tidak ada gunanya ilmunya numpuk tapi ngak ada satupun yang di amalkan. Hidupnya ngak naik-naik kuwalitasnya. Ada pengetahuan amalkan, setelah itu gunakan ilmumun untuk menaklukkan egomu tadi, Menaklukkan dirimu. Dirimu harus berada di bawah kendali hati yang jernih yang bercahaya. Akalmu jadikan pendukungnya, akal ini bisa di bawa ke utara bisa, keselatan bisa. Akal ini pasukan yang paling kuat, kalau kamu pakai mendukung kebaikan ya dia kuat, kalau pakai untuk mendukung kejahatan ya dia kuat juga.

 

Contoh: Angota DPR itu akalnya pinter-pinter semua. Dan akalnya bisa kompak untuk mendukung sesuatu yang jan-jane yo wis kelihatan keliru. Tapi bisa di bikin argumen Macem-Macem seolah-olah bener. Itu Akal.. Sebentar lagi mungkin perang Antara korea dan amerika, banyak yang ngak setuju perang. Antara yang setuju perang sama yang setuju perang punya argumen semua masok akal semua. Itu akal..

 

Baca Juga : Shalat Lahir Batin, Rahsia Shalatnya Nabi Dan Wali

 

Maka, akal bisa di bawa kemana-mana. yang bisa menemukan yang sejati itu hati/qolbu. Cuma qolbu yang bisa menangkap cahaya karena dia tidak menangkap yang di luar tapi menantulkan yang di dalam. Hanya saja syaratnya dia harus dalam kondisi jernih.



Untuk menjernihkan syaratnya pengetahuan, diamalkan untuk selanjutnya kuasai dirimu. Biar ngak di kuasai oleh egomu[ ini rumusnya]. Ini kalau di ceramahkan gampang, cuma ngomong kan gampang. menjalankannya yang berat dan jangan di kira saya nulis begini terus " Wah,.baerti.." Ya Memposting kayak gini ya rumusnya tetep Ngandani diriku sendiri juga. Makanya, Ayok Sama-sama pelan-pelan sedikit demi sedikit kita upayakan.

Click to comment