-->

Type something and hit enter

On

Orang berilmu bukan ilmu agama ilmu lahir, itu godaanya dunia alam materi. Orang yang levelnya syariat itu dunianya keduniaan, istrinya nambah, kekayaanya double, ngaji pakai tarif atau macem-macem, ini godaanya orang berilmu yang levelnya masih syariat. Ilmu lahiriyah tadi biasanya digoda oleh materi.

 

Ilmu Syariat Ilmu Hakikat, Godaan Orang Berilmu Mengikut Levelnya

 

Kalau orang diatasnya dikit menyebutnya ahlul hikmah orang pinter, godaanya alam malakut. Alam malakut ini alam rohani, contohnya: Nikmatnya ilmu, nikmatnya yang gitu-gitu biasanya sering menjebak. Kalau orang setengah jalan sufi, (itu juga orang bijaksana) itu biasanya karomahnya. Bisa apa-apa dikit sudah bangga susah sombong. Baru ngerti apa-apa merasa wis pinter. Nah, itu godaanya orang bijak. Jadi, biasanya tergoda oleh alam malakut dunia abstrak, dunia metafisik. Kalau Orang lain, "Ah,.itu orang levelnya masih materi, levelnya materi, Ilmunya masih duniawi. Ilmuku ini lho, ilmu akhirat.. Ilmu metafisik, filsafat kelas tinggi. Dan seterusnya". Itu godaan orang pinter.

 

Baca Juga : Orang Ceramah Tentang Kebaikan Belum Tentu Orang Baik

 

Godaanya orang berilmu ahli Hakikat, itu sifat-sifat ILLAHIYAH membangakan dirinya sendiri," Owh,. aku kok bisa kayak gini ya? orang lain belum ngalami saya sudah ngalami." Itu godaanya sudah. Terjatuh dalam kesombongan kebanggan diri, sama jatuhnya juga pada egonya.



Jadi, yang satu digoda oleh meteri, yang satunya di goda oleh metafisik alam malakut dan yang satunya di goda oleh sifat ketuhanan, sifat ILLAHIYAH. Jadi orang baik terus kagum pada diri. " Kok bisa ya aku sedermawan ini" Nah, itu penyakit sudah. "Ngak nyangka lho aku bisa sholat malam rutin sekarang, Ngak nyangka lho aku bisa seiklas ini" Nah, itu penyakit, itu godaanya para Salik.

 

Yang syariat dengan berilmu berhenti di materi, Para pejalan para filosof ahli hikmah berhenti di alam malakut. Dan ahli hakikat yang sudah puncak berhenti di alam sifat-sifatnya illahi. Semua tidak sampai, berhenti disana tidak bisa meneruskan langkah. Maka, hati-hati dengan jebakan ini.

Baca Juga
  • Zakat Rohani Rahasia Mensucikan Harta Diri Dan Mematikan Ego.
  • Mengenal Tingkatan Dzikir Ibadah Mengenang Allah Yang Sejati.
  • Jalan Menuju Ibadah Sejati Lahir Batin.
  •  

    Kalau kita sedang di tengah jalan sekarang, ati-ati.! Saya ngak tahu kita ada di level mana sekarang, jangan-jangan level yang paling bawah aja belom. Godaanya lebih dahsyat lagi, ilmu nya aja belum tapi sudah di goda yang macem-macem semua hampir jadi godaan. Jadi, ati-ati para pejalan itu godaanmu. Kalau kamu tergoda bearti kamu mandhek ngak mendekat lagi di situ. Baru melakukan Suluk Sebentar sudah, " Wah,.Allah itu selalu nolong aku. Ada apa-apa selamat aku. Ada polisi razia itu tak bacain sholawat polisinya ngak ngelihatin aku." Sering kan, kayak gitu kamu?. Nah, itu godaanya itu jebakanya. Biasanya orang yang merasa sudah," Wah,.bearti allah itu masih sayang padaku, makanya aku selamet terus" Bearti dia mandhek.

     

    Bandingkan dengan orang," Lho,.saya ragu-ragu ini. Allah sayang ngak sama aku.? Jangan-jangan aku selamet dari razia ini ujian,.Wong aku jelas-jelas salah lho, kok sama allah aku ngak di hukum ngak di cegat polisi?" Nah, itu orang yang waspada.

     

    Hah, itu tadi Godaan Orang Berilmu Di Setiap Levelnya. Setelah ini ada #. Jadi, ini adalah lanjutan dari postingan kemarin tentang Cara membersihkan Hati Yang Gelap Agar Melihat Cahaya Kebenaran . Di ingat-ingat kita masih dalam tema Ibadah Lahir Batin, sumbernya nyuplik ngambil Bagian awal dan yang gampang di fahami dari kitab Sirrul Asrar (Rahasia dari yang rahasia) Syech Abdul Qodir Al-Jaelani.

    Click to comment