-->

Type something and hit enter

On

Hakikat Syahadat Yang Hakiki- Syahadat ya kesaksian. Diucapkan lewat mulut di yakini lewat hati dan di internalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Ngak boleh kalau ada orang diskusi," Lho, kamu sudah kafir sekarang harus syahadat lagi!" Syahadat mulut itu namanya. Kafirnya juga cuma kafir di mulut, ngak hakiki. Syahadat yang hakiki itu apa?. Kalau di Kitab SIRRUL ASRAR ada 12 kualitas diri yang harus di masukkan ke dalam hidup kita, Paling tidak ada LAA ILAAHA ILLALLAH , Ada ALLAH, ada HU, ada HAQQ, ada HAYY, ada QAYYUN, QOHAR, FITRAH, WAHHAB, ada WAHID, AHAD, ada SAMAD

 

Hakikat Syahadat Yang Hakiki Kesaksian Kekal Jasmani Rohani

 

LAA ILAAHA ILLALLAH itu level awal. Hidup kita itu kan banyak veriabelnya banyak levelnya. Taqalli LAA ILAAHA ILLALLAH buang semua sisakan hanya allah saja. Kalau kita sudah sukses dengan yang bukan Allah, baru masukkan Allah. Makanya wiridnya Allah..Allah..Allah..

 

Baca Juga : Orang Ceramah Tentang Kebaikan Belum Tentu Orang Baik

 

Kalau level ALLAH nya kita semakin naik, kesadaran kita makin tinggi.[kalau masih Allah itu kan seolah-olah ada makluk di dunia ini terus allah ada di sana yang namanya kita sebut ] Tapi begitu kita sadar bahwa semua yang ada di alam semesta ini manifestasinya tajalli dari keberadaan allah, Akhirnya jadi "HU". HU itu bahasa arabnya dari 'HUA' dimana mana ada dia. Maka, wiridnya tinggal "HU". Dan ini juga masih berjarak, maka nanti pada puncaknya sudah tidak ada kalimat lagi. Jadi awalnya LAA ILAAHA ILLALLAH terus ALLAH terus HUA.



Terus kualitas-kualitas lain yang harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang pertama AL-HAQQ [ Kita harus allah itu maha kebenaran] kita harus hidupkan kebenaran. Orang yang memilih bukan jalan kebenaran bearti dia keluar dari syahadat, keluar dari kesaksian bahwa satu-satunya yang layak di sembah hanya allah. Yang kedua HAYYUM..

 

Baca Juga : Suci Luar Dalam, Hakikat Menyucikan Diri Lahir Dan Batin

 

HAYUM Maha hudup. Hiduplah sebagai manausia dengan segala tanggungjawab tugas mu sebagai abdun dan kholifah. QOYYUM Maha tegak, Maha berdiri, QOHHAR Maha menaklukkan, FATTAH ini pembuka, WAHHAB Maha memberi. Quote hidup kita sehari-hari sadarilah dengan ini. Yakinkan bahwa apapun yang kita peroleh di dunia ini di berikan oleh Allah. Apapun masalah kita allah yang ngasih solusi.

 

YA FATTAH apapun yang kita alami dan yang kita lakukan dalam hidup kita itu Allah lah yang menentukan. Namanya QOHHAR Dan apapun yang terjadi Allah lah yang mewujudkan. QOYYUM ini, prinsip nya yang kita jalani sehari-hari. Kalau kita yakin ada yang bantu kita memujudkan keinginan kita, bearti menyalahi Syahadat dan seterusnya.

 

Baca Juga : Shalat Lahir Batin, Rahsia Shalatnya Nabi Dan Wali

 

Dan yang ketiga yang terakhir itu WAHID, AHAD, SHAMAD. Wahid itu nomor satu, AHAD itu satu-satunya Tunggal, Kalau WAHID dalam hidup kita Allah harus nomor satu. Urusan apapun ngak boleh mengalahkan urusan Allah. Itu berarti apa.? itu berarti wahid, Allah harus selalu no wahid (nomer 1). Ngaji apa jalan-jalan.? Kita-kira yang lebih disukai allah Yang mana? Lebih di sukai ngaji. Bearti aku milih ngaji, itu bearti wahid (Allah kita nomer satukan). CARI PACAR DULU APA KULIAH..? Pokoknya nyari prinsif yang nomer satukan Allah dalam hidup mu.



Yang kedua AHAD Ahad itu allah satu-satunya. Selama ini kita mendefisinikan tauhid itu allah yang Ahad,[Iya]. Iya Allah yang Esa yang Tunggal, cuma dalam prakteknya yang membuktikan bahwa kita yakin Allah AHAD itu adalah yang WAHID (ketika allah kita nomer satukan dalam hidup kita). Buktinya apa bahwa allah itu WAHID.? اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ | قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ٌۚ . allāhuṣ-ṣamad. jadi, Buktinya ALLAH itu AHAD itu ALLAH'HU AHAD, Buktinya ALLAH WAHID itu ALLAH'HU SAMAD. Allah satu-satunya tempat kita bergantung. Jadi satu-satunya tempat kita bersandar itu, ITU ALLAH. Ini baru Syahadat beneran.

 

Kita tidak bergantung diri pada ijazah, pada gelar, pada uang, pada jabatan, pada pekerjaan. ALLAH SAJA TEMPAT KITA BERSANDAR itu bearti allah hu samad. Ini kualitas syahadatnya no 1, mengucapkanya gampang. Cuma, Implikasi dan konsekuensinya panjang.

 

Kalau sekedar Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh,wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh, gampang. Tapi dari situ kan konsekuensinya panjang. Jadi, di ucapkan lewat mulut tapi juga di internalisasi-kan dalam hati diwujutkan dalam perbuatan.

Click to comment