-->

Type something and hit enter

On

Ilmu yang diturunkan oleh Allah kepada kita itu ada dua jenis ilmu pengetahuan. Iaitu ilmu lahir atau Syariat (Syar'ah) dan ilmu Batin atau Maa'rifat. Maka, allah memerintahkan untuk Syariat terhadap jasmani kita, dan memerintahkan Maa'rifat terhadap batin kita. Supaya nanti lahir dari pengetahuan syariat dan maa'rifat itu ilmu hakikat. Jadi, dua-duanya harus jalan. Kalau ada yang bilang tasawuf itu anti syariat, ngak shalat ngak puasa,Itu HOAX...

 

Tentang Ilmu Syariat Ilmu Maa'rifat Dan Ilmu Hakikat

 

Hampir semua SUFI kita level dan suluk itu di mulai dari syariat. Cuma, jangan berhenti di syariat.. Syariat itu lahirnya, butuh batin Maa'rifat . Hidup kita kan begitu, mungkin lahirnya 'ngaji' Cuma kalau 'ngaji' ini batinmu ngak beres, batinmu ngak akan bernilai apa-apa.



Segalanya pasti ada lahir ada batinnya. Dua-duanya harus beres maka akan ketemu Ilmu Hakikat kebenaran yang sejati. kita banyak sekali melakukan religius service cuma kita ngak ada Ooo-Nya. [Ooo,. Sholat ini berati maksud tujuannya ini,tho.....] [Ooo,. Puasa itu bearti ini tho maksudnya oleh allah..] [Ooo,. zakat itu.. ] Nah, Kalaimat " Ooo" ini menunjukkan kamu sudah menemukan hakikat. Dan itu bisa ketemu kalau gabung antara lahir dan batin (syariat dan hakikat). Kalau tidak ada maa'rifat tidak ada batin, tidak akan menemukan hakikat. Dan tak akan ketemu maksudnya. Dan ibadah itu yang sempurna berdasarkan keduanya. Tidak bisa salah satunya, harus dua-duanya.

 

Baca Juga : Apa Itu Mukjizat, Karamah, Ma’unah, dan Irhas

 

Kita bisa ibadah. Ibadah ini kan melayani allah, mengabdi pada allah. Lha, kalo kita ngak kenal Allah, ngak ada aspek maarifatnya ngak ada batinnya, bagaimana kita bisa melayani allah? Bagaimana menemui permintaan-permintaan nya?. Jadi, dua duanya harus saling mendukung saling membantu untuk mewujudkan hakikat kebenaran yang sejati.

 

Macam-Macam Ilmu

Tadi kan ilmu itu ada dua jenis, ilmu lahir atau syariat dan ilmu Batin atau Maarifat kalau di ringkingkan ilmu itu ringkingnya seperti di bawah ini

  • ILMU LAHIR | Syar'ah -Perintah larangan dan semua jenis hukum
  • ILMU BATIN | Batin Syar'ah - Ilmu Thariqoh
  • ILMU BATIN | Batin Thoriqoh - Ilmu Maa'rifat
  • ILMU BATIN | Segala Yang Batin - Ilmu Hakikat
Ilmu itu dari lahir masuk kebatin. Jadi,lho yang paling kelihatan ilmu lahir. Isinya perintah, larangan, hukum, halal, haram, mubah, Makruh dan sebagainya. Rokok itu boleh apa tidak? Boleh..., Facebook itu haram apa halal.? Musik itu Haram Apa Mubah.? Itu kan hukum semua, Ilmu lahir. Kalau lahir saja tanpa batin, ya kayak tadi ngak nyampe maksudnya. Hanya berlandaskan pada Nas dan yang di lihat yang lahir saja. Makanya sering ada fatwa aneh-aneh.

Baca Juga
  • Zakat Rohani Rahasia Mensucikan Harta Diri Dan Mematikan Ego.
  • Mengenal Tingkatan Dzikir Ibadah Mengenang Allah Yang Sejati.
  • Jalan Menuju Ibadah Sejati Lahir Batin.
  •  

    Jadi, jelas Ada Syariat. Jalani itu, kemudian kejar rahasianya. Jangan kayak robot yang di program A Terus jalan A. Tapi fahamilah tujuannya gapailah tujuan itu. Itulah namanya Thariqoh, Cara menemukan tujuan dari Syariat (Syar'ah). Kalau sudah serius menjalani Syariat melalui Thariqah, orang akan memahami rahasia-rahasianya, Itulah Maa'rifat. Dan kalau sudah Maa'rifat bearti dia sudah faham hakikat kebenaran yang sejati. Sumber: dari kitab Sirrul Asras [Tak ringkas se ringkas-ringkasnya]

     

    Baca Juga : Orang Ceramah Tentang Kebaikan Belum Tentu Orang Baik

     

    Dan semua itu tentang syariat Syariat (Syar'ah) dan Hakikat, dikompilasi oleh Allah di dalam Al-quran. cara menemukanya bagaiman..? Kita bisa menemukan pakai tafsir pakai takwil. Ada yang bisa langsung bisa di fahami di jadikan tafsir. Ada yang pakai isyarat harus pakai takwil dulu baru ketemu rahasianya.

    Apakah Syariat Salah?

    Kesalahanya bukan di syariatnya,kitanya yang menjalankan Syariat (Syar'ah) "Nagak tuntas". Sehingga ngak ketemu isinya. karena keutamaan tadi adanya di dalam Syariat (Syar'ah), kita hanya ketemu wadahnya. Itu yang membuat kadang ada orang yang syariatnya bagus kelihatan dari luar tapi isisnya bobrok. Sholatnya luar biasa, yo senin kamis, ya tahajud. tapi,sekali ngomong bikin orang mangkel, bikin orang marah. Hah, itu wadahnya bagus isinya belum dapat. syariatnya bagus hakikatnya belum [dua-duanya harus nyambung].Nah, itu ranah Syariat (Syar'ah).

     

    Baca Juga : Godaan Orang Berilmu Mengikut Tingkatan Ilmunya

     

    Dimana Kita Mencari Syariat ?

    Katanya SULTAN AGUNG," Ya..Ya nyari petunjuk ulama. Nyari yang lebih pinter" Kalau si sini nyari ulama itu, diantaranya karakternya adalah orang yang jiwanya sempurna budinya utuh Sujaning Budi. Jadi, dilihat dari budinya. Tidak sekedar bisa ceramah enak, bisa ngomong berjam-jam, atau bisa jawab di tanya apa saja. Tapi cirinya adalah budinya yang bagus.

     

    Baca Juga : Syahadat Sejati, Hakikat Kesaksian Jasmani Rohani

     

    Jadi,Syariat (Syar'ah) jalanya dari mana? Iaitu tanya ulama yang budinya baik, bahkan sebanyak mungkin yang bisa kita jangkau. Semakin luas wawasanmu semakin bagus, semakin banyak petunjuk ilmumu semakin besar wadahmu.

    Click to comment