-->

Type something and hit enter

On

Hari ini kita ketemu beliau, Syekh Abdul Qodir Al Jaelani. Sufi yang sangat populer di indonesia, kususnya di anak benua India. Mungkin temen- temen yang di kampung-kampung, mungkin sampai hari ini ada tradisi manaqib atau manaqib-an. Manaqib itu, membaca riwayat hidupnya beliau, " Syekh Abdul Qodir Al Jaelani" .

 

Syekh Abdul Qodir Al Jaelani,Tasawuf, Tarekat Qodiriyah , Cinta karena Allah, Cinta Allah, Cinta Ilahi

 

Sebenarnya masuknya Syekh Abdul Qodir Al Jaelani lewat Tarekatnya, namanya Tarekat Qodiriyah. Tapi uniknya di indonesia itu, manaqib an ngak cuma untuk ahli Tarekat Qodiriyah. Biasanya di kampung-kampung oleh kiyainya semua ikut. Meskipun hari ini banyak yang nyinyir terhadap manaqib. Ada yang bilang, bida'ah lah.. banyak kurofatnya lah..[Macem-Macem] Biarlah yang nginyir dengan kenyiyiran-nya kalau di bantah yo mundak gegeran..

 

Manaqib itu kan dari kata naqoba,kata "manaqib" adalah jama' dari lafadz "manqibun" yang merupakan isim makan dari lafadz "naqoba". Dalam Al-Qur'an lafadz "naqaba" disebut tiga kali dalam berbagai bentuknya, yaitu "naqaba,naqban", dan "naqiba".



Naqoba/Manaqib itu cerita tentang kebaikan atau kesalehan seseorang. Jadi manaqib itu hanya untuk orang-orang baik. Ngak mungkin ada manaqib Abu jahal, ngk mungkin ada manaqib Hilter.[itu ngak ada] Di baca ya ngak apa-apa, dari riwayat beliau kita banyak mengambil ibroh [pelajaran]. Meskipun Nanti, ada yang bilang " Mboh ya ngaji aja.. baca quran,baca hadist..." Sudah,Mereka sudah.. Yo ngaji iya, ya baca quran iya.. Kan, ngak apa-apa?! Yang melarang juga biasanya males ngaji males baca hadist. Sudah, mereka sudah...

 

Syekh Abdul Qodir Al Jaelani ini di kenal punya gelar Muhyiddin, al Ghauts al Adham dan Sultan al Auliya. Ghauts Adham itu penolong besar. Kenapa? karena ajaran-ajaranya membuat banyak orang sadar terus selamat di akhirat. Akhirat itu kan urusan besar, kalau urusan dunia aja kita sangat berterima kasih apalagi akhirat, Makanya dia di kenal Ghauts al Adham. Ghauts itu kan jenis wali ringking dua dibawah kutub. Jadi beliau wali besar.

 

Dan beliau Syekh Abdul Qodir Al Jaelani ini, opo yo..? Mungkin kalau di Indonesia di sebut Habib, kali ya..?! Karena ayahnya keturunan hasan, ibunya keturunana Husein. Jadi dua jalur bertemu dia termasuk Husainiyin dan Hasaniyin. Nah, itu termasuk Ahlul bait, ini habibnya bearti double. Tapi beliau ngak pakai gelar habib, orang-orang memangilnya syekh. Syekh ini kan gelar universal, di arab sono semua orang tua yo di pangil syech. Jadi tidak pamer ke habibanya, tapi aslinya sudah habib.

 

Sejak kecil beliau di kenal sudah anak sholeh, tidak ada frase nakalnya. Jadi, sudah baik sejak kecil. Kan ada ceritanya yang sangat terkenal itu waktu dia masih kecil pengin nyari ilmu ke bagdat. Ibunya yang janda ya susah melepas anak ini wong dia masih sangat kecil. Akhirnya di titipkan ke khafilah di kasih sangu uang. 80 keping uang di taruh di jahid di bajunya.. Pesennya ibaunya " Sudahlah kamu berangkat nyari ilmu. Syaratnya satu, jangan bohong pada siapapun tentang apapun." Di temgah jalan ternyata di rampok khafilah ini barangnya semua di ambil. Ngak ada yang ngangep sama Syekh Abdul Qodir Al Jaelani ini, sampai kemudian ada perampok yang bertanya,.," Kamu punya barang apa..? masih kecil" Syekh Abdul Qodir Al JaelaniMuda bilang.." Saya ngak punya apa-apa cuma di titipin ibu di bawah baju ini di jahit" Terus perampoknya bilang.." Mbok kamu diem aja kita juga ngak percaya kamu punya barang, kok kamu malah cerita.." Katanya Syekh Abdul Qodir Al Jaelani.. Lho, ibuk saya pesanya ngak boleh bohong.. Dan gara-gara itu perampoknya ngak jadi merampok. [Perampoknya taubat] Dan itu yang saya sebut jalur hidayah itu, dari mana saja. Maka orang yang nyari hidayah itu yo macem-macem... Jangan di salah-salahkan kalau amal itu amal kebaikan.

 

Nanti ada cerita waktu di bagdad Syekh Abdul Qodir Al Jaelani ini pengin daftar ke Universitasnya Al-Ghazali Madrasah Nizhamiyah, tapi ngak di terima. Mungkin yo kayak kalian ngelamar di kampus mana, UGM atau mana tapi di tolak... Ngak apa-apa, wong Syekh Abdul Qodir Al Jaelani juga ngak di terima kok awalnya. Dari situ nantik dia nyari guru-guru yang lain. Banyak gurunya wong Suci dan orang-orang terkenal. Termasuk yang paling dekat namanya, Syekh hamad. Syech hammad ini penjual sirup di pasar tapi dia termasuk seorang wali besar. Dan nanti dari banyak wali inilah dari banyak ulama Syekh Abdul Qodir Al Jaelani belajar. Awalnya juga di kenal sebagai Ahli fiqih fuqahâ tapi kemudian mengembangkan ilmunya dan masuk kedunia tasawuf. Sampai di kenal, sebagai guru besar.



Ceritanya, suatu ketika dia ngak pengin ceramah, ngajar-ngajar itu, cuma katanya Syekh Abdul Qodir Al Jaelani sendiri, kayak ada dorongan kuat sekali dari dirinya untuk ngomong. Akhirnya, yo kalau hari ini mungkin ya kultum dengan audient, paling yo sama orang-orang di sekitarnya termasuk yang ada di masjid. Begitu dia ngomong, banyak orang terpengaruh. Besoknya masjidnya penuh, Besoknya lagi luber sampai ke halaman. Besoknya lagi sampai ke alon-alon kota, besoknya lagi, penuh satu kota. Sampai ceritanya biar Syekh Abdul Qodir Al Jaelani kelihatan waktu ceramah, naik ke alun-alun masjid. Yo mungkin audientnya karena orang bagdad orangnya sholeh-sholeh.. Kalau di indonesia yo susah.. kamu ceramah sampai capek yo yang datang paling berapa..?

 

Nah,Syekh Abdul Qodir Al Jaelani ini memang sebenarnya hobinya ilmu dan Suluk, Cuma yo karena mengikuti Sunah rosul ya nikah juga. Nikahnya umur 51 tahun, cuma umur 51 tapi nanti meningalnya umur 90 tahun. Nikah umur 51 tahun istrinya langsung 4. Lha, kan level wali yo pasti banyak yang mau lah... Nikahnya 4 dan nantik punya anak 29. Itu 20 laki-laki dan sisanya 9 perempuan. Ya tinggal kamu hitunglah, rata-rata berapa satu istri. Okey,..bearti kan produktif, ilmunya produktif tasawufnya juga produktif. Dan hampir semua putra-putrinya menjadi orang besar di dunia tasawuf. Beberapa itu keturunan yang ke berapa pernah di undang ke indonesia. Yang saya ingat itu belakangan ini di undang waktu harlahnya Muslimah NU apa Fatayat NU gitu. Dan beberapa tahun sebelumnya juga ada.

 

Nah, itu Syekh Abdul Qodir Al Jaelani di jaman itu. Beliau di kenal sebagai wali besar di kuatkan kewalianya oleh allah dengan segala cerita karomahnya.

BERSAMBUNG Akan di update

Click to comment