-->

Type something and hit enter

On

Menjadi orang baik itu tidak bisa hanya faham tentang kebaikan atau ngomong tentang kebaikan. Orang baik itu adalah orang yang mempraktekkan kebaikan yang di fahami dan yang di omongkanya. Nah, itulah kritiknya Diagones kepada orang sofis.[jaman dulu-dulu]

 

orang baik kebaikan yang sejati berbuat baik menjadi baik kebaikan cara baik baik hati baik prilaku baik baik baik.jpg

 

Orang sofis itu orang yang pinter cuma bayaran. Orang pinter yang mencari keuntungan untuk kepentingan dirinya sendiri. Jadi, maju tak gentar membela yang benar Mbayar..Relevan banget sama kita hari ini Katanya diagones, "Lho, orang baik itu bukan yang menceramahkan kebaikan, Tapi orang yang menjalani kebaikan " Meskipun masyarakat hari ini sering tertipu. Melihat orang ceramah kebaikan terus di anggap " Orang ini mesti orang baik!" Belum... Orang baik itu tidak di ukur dari kata-kata dan ceramahnya, tapi dari prilakunya. Ini yang sering dilupakan orang [katanya diagones]

Setahu saya, manusia itu terlalu banyak omong, terlalu mengumbar kata-kata tanpa mempraktekkanya. Kita menampilakan diri sebagai para penjaga moral yang hanya bisa mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk tanpa mempraktekanya dalam hidup.

 

Jadi, prioritaskan moral di atas moral. Jangan cuma ceramah jangan cuma menasehati tapi jalankanlah. Biar ngak kayak kritiknya kakaknya Ghazali Pada Ghazali.. " Ghazali... Kamu itu kayak batu asah. Kamu menajamkan orang lain tapi kamu sendiri ngak tajam. Kenapa..? Kamu ngak menjalankan yang kamu omongkan. Ceramah tentang Tasawuf, Ceramah tentang tirakat, ceramah tentang laku, ceramah tentang sholat malem macem-macem dia sendiri ngak pernah. Buat apa..? Orang yang kamu ceramai sukses dekat sama allah, tapi kamu sendiri macet. Itu yang bikin qozali kelimpungan...



Itu yang bikin Ghazali kelimpungan terus mengembara kurang lebih 12tahun untuk menjalani laku.Nah, beratus abad sebelumnya sudah di sindir oleh Diagones. Jadi, orang yang menceramahkan kebaikan itu belum tentu orang baik. Karena orang baik atau tidak orang yang menjalakan kebaikan.


[ BACA JUGA : Mengenal Tingkatan Dzikir Ibadah Mengenang Allah Yang Sejati ]

Maka, ajaran diagones tidak lewat buku tidak lewat teori, tapi lewat dirinya sendiri. Ketika dia mengajarkan secara alamiyah, itu dia sendiri hidup secara alamiyah. Hidup jangan berambisi, dia juga ngak punya ambisi apa-apa [Itu diagones]. Yo, sama kan kayak nabi kita rosulallah. Itu kalau di tanya "Aklaknya seperti apa..? Seperti Quran yang berjalan." Ngak usah capek-capek nyari tafsirnya tentang kehidupan nabi. Nah,Seperti itulah yang di inginkan oleh Al-Quran. Okey.. kita lanjutkan.. Ini sindiranya, dawohnya diagones..

Those who have virtue always in their mounth. And negleet it in practice, are a like a harp, wich emits a sound pleasing to other while itself is insensible of the music.
Ini sindiranya ya.... "Mereka yang mulutnya selalu menyampaikan kebajikan tapi tidak peduli dengan prakteknya itu seperti harpa. ( Harpa itu alat musik) Yang menghasilkan suara yang menyenangkan orang lain. Sementara dirinya sendiri ngak ngerti tentang musik. Ngak menikmati musiknya" Ya harpa yang kayak gitar besar itu kan... Jadi, kayak gitarnya sendiri yang suara dari gitar itu suara yang indah, tapi gitarnya sendiri ngak menikmati. Yang menikmati yang lain...


[ BACA JUGA : Zakat Rohani Rahasia Mensucikan Harta Diri Dan Mematikan Ego ]

Maka, siapaun ceramah. Siapapun tukang ngomong, tukang dakwah yang baik-baik harusnya mempraktekkan. Kalau tidak, bisa kayak alat musik. kalau sindiranya Al-quran kaburo maqtan كَبُرَ مَقْتًا . "Jadi, isine cuma ngomong tapi ngak menjalankan."

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ
“(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Saff 61: Ayat 3)

 

Nah, itu Diagones tentang kebaikan . Smoga kita bisa mengambil hikmahnya. Orang baik itu ya orang yang menjalankan kebaikan yang dia ketahui yang dia fahami.

Click to comment