-->

Type something and hit enter

On

ZAKAT. Ibadah Zakat sekarang ada Zakat Batin. zakat batin itu, yang jelas mensucikan harta dan diri. Jadi zakat itu, kalau istilah di kitab "sedekah" yang mudah. Di inget-inget postinga ini adalah melanjutkan postingan yang kemarin, masih dalam tema ibadah lahir batin dari kitabnya Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Sirrul Asrar. Sekarang kita ke bab zakat batin. Oke,lanjutkan...

 

Hakikat Zakat Menurut Kitab Tasawuf Sirrul asror Syekh Abdul Qodir Al Jailani  Zakat Rohani Rahasia Mensucikan Harta,Diri Dan Mematikan Ego

 

Di inget-inget kalau zakat, jangan mikir balesan. Kalau sedekah, jangan mikir balasan. Yang jelas memikirkan balasan itu menunjukkan tidak iklas. " Saya ibadah sekian, tenang aja nanti kembalianya......" Itu bearti memikirkan balasan. Itu namanya sedang dagang sama allah. "Mana uangnya.?sini..! kita shodaqohkan. Tunggu aja besok akan kembali berkali-kali lipat." Nah, itu mikir kembalian. Apalagi kembalian lebih banyak dari pada yang di bayar tadi. Itu namanya dagang.

 

Jadi, Rumus pertama orang zakat, jangan mikir balasan. Terus rumus keduanya apa? Zakat itu termasok ibadah,merupakan satu jalan untuk menaklukkan ego. Orang itu biasanya sama miliknya melakat " duekku, milikku,jangan sentuh milikku.! Ati-ati tak sikat kamu.." Nah, itu kan biasanya orang begitu. [Ego sama dirinya] Motormu..habis di pinjem temanmu, terus... "Enak aja minjem...ban gembes, bensin ngak di isi." Ini kan ciri manusia, melekat pada kepemilikanya.



Perintah zakat perintah sedekah itu latihan membunuh egomu. Yang tadi melekat sama dunia itu lho.... Jangan di kira-kira " Wah.. dulu dia miskin, setelah aku tolong,..Baru dia kaya.." Eh,Kalau allah mau, semua kebutuhan orang miskin akan terpenuhi. Maka kalau zakat, jangan niyat mbantu..Jangan salah, kamu membantu orang karena kasian itu, termasuk ada kesombongan di situ. Emnangnya allah ngak bisa nolong dia,? pasti bisa..

 

Maka, kalau kamu zakat niyatilah lillahi ta'ala, karana allah memerintah saya zakat. Kenapa? karna aku itu cuma hambanya allah,kok.. Kalau aku punya sesuatu, bearti cuma titipan dari majikanku. Siapa? Allah.... Hamba itu kan ngak punya apa-apa, dia miliknya majikanya. Maka, semua yang di miliki hamba itu hakikatnya titipan dari allah. Ngak merasa itu hak milik, dan seorang mukmin sejati ngak pernah mikir selain allah. Maka, apapun yang terjadi dalam dunianya termasuk berkurangnya hartanya bagi dia sama sekali ngak masalah.[tidak mengelisahkan]

 

Ngak Mengelisahkan. Meskipun di rumahnya ada orang meminta-minta semuanya di kasih seiklasnya dia. Kalau di kita, seringkan ada orang minta, ngemislah dirumah, orang ngamenlah yang bikin orang sebel. Dari pesantren datang, kita wawancarai sampai setengah jam, ngasihnya cuma lima ribu " ini dari pesantren mana, buktinya mana, surat dari pak RT mana,..?" Tapi akhirnya "wah,.. saya ngak percaya ini,mas.. ini untuk ongkos saja,dua ribu.. Sering,kan.. kita kayak gitu [pelitnya kita]. Seandainya di tipu, apa urusan kita? Kasih saja..[kalau ada lho ya]. Keculai kalau sama-sama ngak punya. " Mohon maaf,mas... bukanya ngak mau ngasih,saya juga ngak punya." Ngak apa-apa kan,.. Sopo ngerti malah di kasih sama yang minta sumbangan..

Click to comment