-->

Type something and hit enter

On

Ketika Hati Tidak Bisa Terbang Menuju Allah - Gimana hatimu, kalbumu bisa terbang menuju Allah, kalau dia di rantai oleh banyak keinginan, banyak hasrat. Gerakmu akan terbatas oleh hasratmu sendiri. Hijabmu حجاب dengan allah itu bukan orang lain, bukan aliran lain, bukan kelompok lain tapi dirimu sendiri [yang menghalangi].

 



Sama seperti al-Islam mahjubun bil-muslimin (agama Islam dikaburkan oleh pemeluknya sendiri). Dirimu itu Mahjub/Kabur oleh Dirimu Sendiri, hasrat-hasratmu sendiri. Allah itu di mana-mana. Tiap hari sekeliling kita dia hadir, cuma kamu ngak pernah nyapa.

 

Pakpandir.com download buku kitab kuning PDF Ngaji Puisi Motivasi Terbaru Muat Turun

 

Ada puisi bagus yang sering di kutib orang, Ini Puisinya Ibnu Arabi.

Allah Ini semacam? semacam kalau Bahasa jawanya ngersulo. Yo meskipun ngak mungkin Allah ini ngersulo. Tapi Allah ngomong ke kita..

Wahai kekasihku begitu sering aku memangilmu, namun tidak terdengar olehmu.

 

Begitu sering kutampakkan diriku di hadapanmu, namun tidak terlihat olehmu.

 

Begitu sering kusebar aromaku, namun tidak tercium bauku olehmu.

 

Berlimpah hidangan lezat, dan tak kau rasakan hadirku.

 

Mengapa tak mampu engkau sampai padaku bersama segala yang engkau sentuh? Atau mencium bauku seiring aroma harum di sekelilingmu.

 

Mengapa tak kaulihat diriku? mengapa?

Puisi Oleh : Ibnu Arabi

 

Maksudnya : Kok bisa sih Allah itu begitu absenya dalam hidupmu? Padahal dia selalu siap ready dia pengen banget di panggil. Saya bilang pingin banget kan kayak Hadist Qudsi itu tadi lho فأحببت أن أعرف "aku ingin dikenali, maka kalian diciptakan." Tapi setelah diciptakan kok sama yang menciptakan ngak mau kenal lagi.

 

Baca Juga : Sifat Iri Dan Sombong Hanya Akan Menjatuhkan Diri Sendiri

 

Kamu cuekin dia, Allah sampai teriak-teriak bahkan di masjid itu sampai volume mikropon itu sampai berapa? Manggil kamu.. Kadang-kadang ada adzan kamu malah ngerundel (Ah, lagi asik-asiknya,[adzan]). Ya kan?! Allah banyak manggil di sekeliling kita. Mungkin sambil ngaji gini sejak tadi Allah, sudahkah hadir sama dirimu? meskipun ini ngaji yang memerintahkan untuk Allah hadir dalam dirimu. Tapi sudahkah kamu menghadirkan allah sejak tadi, dalam ngaji ini? [Mungkin juga Ngak] itu kelemahan kita.

 

Baca Juga : Sengsaranya Hidup Itu Jika Meratapi Masa Lalu Dan Kuwatir Akan Masa Depan

 

Maka sejak tadi saya bilang mungkin memang belum maqomnya, tapi ngak boleh berhenti di maqom yang belum itu. Harus gerak terus ilaihi rojiun. Kita harus tengelam dalam cahaya jangan tengelam dalam kegelapan. Kayak kata-katanya Ibn Arabi sendiri: Orang yang bodoh itu, dia ngak akan dia faham kebodohannya, karna dia sedang tengelam dalam kegelapanya sendiri. Dan orang yang pinter, orang yang ngerti itu juga dia ngak ngerti kepinterannya, karna dia sedang tengelam dalam cahaya-Nya. Dia asik dengan Ilmunya.



Maka ngak usah capek-capek kamu membudayakan debat. Debat sama orang bodoh, ngak akan selesai karena dia tengelam dalam kegelapanya sendiri. Dan sama orng yang pinter juga ngak usah debat. Orang yang pinter itu dia tengelam dalam cahayanya, di asik dengan ilmunya.

 

Baca Juga : Taubat Kemudian Jatuh Cintalah Sama Allah, Nanti Hidupmu Tentram

 

Yang pasti orang yang pinter itu pasti tidak akan menyombongkan dirinya. Dia sudah asik dia sudah lega dengan cahaya di sekelilingnya. Jadi, maka dalam hidup kita usahakan selalu dalam cahaya. Kalau ngak mampu kamu menuju Allah langsung, bantuanya banyak. Ada Rosullullah, ada Al-quran ada Para Ulama [ikuti mereka] menuju cahaya. Ngak usah membangakan kegelapan-Mu. Segera keluar kalau merasa itu kegelapan. Dan itu pesan utama dalam Al-Futtuhat Al-Makkiyah.

Oleh: Dr. Fahruddin Faiz | Penulis: Wan | Editor: pakpandir.com

Click to comment