-->

Type something and hit enter

On

Jangan Berlindung Di Balik Takdir- Sudah takdirnya pak. Mbok sampeyan itu sekali-kali lah sholat Duha Sholat tahajut! Nunggu hidayah pak. Kalau allah belum memberi hidayah ya belum. Nah, itu namanya berlindung di balik takdir. Kok, sampeyan ngak lulus-lulus mas, sudah semester 14? Lha ya bearti takdirnya pak. Nah, itu berlindung di balik takdir. Katanya Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Ngak boleh.



Berlindung di balik takdir itukan bahasa kasarnya mengkambing hitamkan Allah. Seolah-olah Allah pengin kamu ngak lulus-lulus, seolah-olah allah pengin kamu males sholat, seolah-olah Allah pengin kamu kacau hidupmu. Itu namanya berlindung di balik takdir.



Sama-sama dapat takdir jelek, katanya Shyech Abdul Qodir Al Jaelani, Coba lihat bedanya antara iblis sama adam. Dua-duanya dapat takdir jelek. Yang satu di jadikan musuhnya manusia sampai hari kiamat, yang satu di turunkan drajatnya dari surga ke bumi. Kalau iblis, (Ini ceritanya Shyech Abdul Qodir Al Jaelani), kenapa sih? waktu di tanya kok kamu ngak mau sujud pada adam dan membuat allah murka?. Katanya iblis, lho.. ini kan takdirnya allah, kalau saya sujud juga nantik adam ngak jadi turun ke muka bumi. Ceritanya beda nanti.. Ini kan cuma drama(misalnya). Jawaban ini membuat allah tidak berkenan. Beda sama adam..

 

Adam itu mungkin yo ngerti sudah skenarionya, wong dia makluk JailLul fil ardhi kholifah bearti besok mau ke bumi. Tapi, kan pakai skenario pakai makan buah kuldi segala, bahwa adam salah sehingga di turunkan drajatnya. Tiap hari yang di lakukan adam kan terus nangis dan taubat. Sampai kabarnya sekian tahun, baru di ampuni oleh allah. Itukan doanya yang terkenal

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا
Ya allah,.. Aku menzalimi diriku sendiri.
Meskipun itu takdirnya allah, tapi gara-gara aku ngak nuruti perintah, itu kan namanya menzalimi diriku sendiri.
لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Kalau tidak engkau ampuni tidak engkau rahmati yo aku pasti rugi.
Jadi, kalau sama adam, allah jadinya sayang. Tapi kalau sama iblis, sama-sama skenarionya Allah, Allah jadi murka. Iblis pakai alasan takdir. Maka, jangan pakai alasan takdir. Jangan mengkambing hitamkan Allah. Wong padune kamu sendiri yang males, padune wong kamu sendiri yang pengin seneng-seneng ngak mau susah-susah. Terus pakai alasan, Takdir... Ini juga merupakan jebakan bagi para ahli ibadah.

Click to comment