-->

Type something and hit enter

On

Mewujutkan Tasawwuf- Rumus untuk menuju ibadah lahir batin selanjutnya adalah mewujudkan tassawuf. Setelah meraih cinta ilahiyah yang kami postingkan kemarin, pada kesempatan kali ini kami postingkan kelanjutanya. Masih dalam tema yang sama, iaitu tentang ibadah lahir batin. Sekarang Mewujutkan Tasawwuf

 

Ilmu Hakikat Ilmu Batin Ilmu Hikmah Maarifat Hakikat Mahabah Rumus Ibadah Batin Tasawuf

 

Di bawah ini adalah penjalasanya yang dibawakan oleh guru kita, Bpk.Dr Fahrudin Faiz. Tentang Salah Satu Rumus Sebelum Ibadah Lahir Batin Semoga kita bisa mengambil hikmahnya, dan smoga dapat menambah wawasan ilmu yang bermanfaat yang bisa membawa hidup kita selangkah lebih dekat menuju Allah SWT. Jangan lupa untuk memberi dukungannya dengan cara berlanganan video di chanel kami. Langsung saja menuju Tautan ini untuk berlanganan video di chanel baru pakpandir.com, yang di beri nama Catatan Ngaji.

Mewujutkan Tasawwuf, Salah Satu Rumus Menuju Ibadah Level Lahir Dan Batin



Setelah itu rumusya apa untuk ibadah? Wujudkan tasawwuf untuk menggarap batinnya.[Ini juga ada di sirrur asrar]. Tasawuf itu apa? Tasawuf itu kan dari empat huruf [ Ta, Shod,Wawu,Fa]

 

Baca Juga : Jangan Berlindung Di Balik Takdir

 

[ Ta] nya itu taubat. Perbaikan diri dilevel apapun awalnya harus taubat. Taubat itu menyesali kesalahan yang lama kemudin membangun diri dengan perbuatan-perbutan yang baik, itu taubat [harus taubat dulu]. Kalau merasa bener terus, orang yang selalu merasa benar itu biasanya berat kalau di suruh untuk taubat. Dia merasa sudah full, wis apik, wis bener, ngak mungkin salah. Bearti wong yang merasa paling bener ya ngak mungkin taubat sudah.



Maka, katanya Syekh Abdul Qodir Al Jailani, levelnya pertama mau melakukan apapun yang baik syaratnya harus taubat [Bersihkan diri dulu]. Karena ibaratnya kayak air, kalau campur sama kotor hasilnya mesti kotor. Entah airnya dulu apa kotoranya dulu seperti apapun situasinya, maka harus bersih!.. Air kotor di isi apapun ya setatusnya tetep kotor, harus di bersihkan dulu. Maka taubat yang pertama-tama setelah itu Shofa.

 

Shofa itu kesucian ketentraman kebahagiaan. Syaratnya untuk shofa, syaratnya untuk suci adalah, untuk tenang adalah, untuk tentram adalah bebas dari keterikatan dunia. Yang bikin kamu hari ini cemas, sumpek, galau ngak konsentrasi, ngak bisa jatuh cinta sama Allah, hidupmu ngak jelas ke utara ke selatan pasti urusan dunia. Begitu dunia kamu letakkan di rengking bawah hidupmu mungkin lebih santai, lebih tentram, lebih tenang. Cuma, kenapa kok kamu gampang galau, gampang cemas hari ini? Kemungkinan besar dunia levelnya atas dalam hidupmu. Jadi yang ke dua shofa.

 

Baca Juga : Syahadat Sejati, Hakikat Kesaksian Jasmani Rohani

 

Yang ke tiga. Kalau sudah taubat dan suci sudah ngak terikat lagi oleh dunia, masuklah ke huruf [wawu] walayah/kewaalian. Walayah itu bearti orang yang seratus persen hidupnya berhubungan dengan allah mencintai dan di cintai allah. Diantara cirinya, kayak istilah dalam Al-quran itu (لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ) Tidak ada rasa sedih.

 

Siapapun yang ngaku wali kok sering merasa takut, (takut miskin, takut kalah, takut jatuh) takut macem-macem bearti dia bukan wali. Wali itu ngak takut apapun. Wong Cuma dunia aja kok, kalah ngak masalah menang juga dia ngak kaget [dia ngak takut apapun]. Sukses alhamdulillah ngak sukses biasa [Bearti itu stabil]. Itu wali/walayah, apalagi sedih [ngak ada]. Tidak ada yang bikin dia sedih. Segalanya sudah skenario dari Allah. Itu bearti orang semacam ini sudah memasuki walayah.

 

Baca Juga : Orang Ceramah Tentang Kebaikan Belum Tentu Orang Baik

 

Kalau sudah taubat sudah sofa sudah walayah terakhir dia memasuki fana. Fana itu, tadi kan dunia ngak di anggep penting. Ketika masuk fana, maka dirinya sendiri juga ngak penting [yang penting hanya allah]. Kalau ngomong itu refrensitansi dari keinginan allah. Kalau melakukan sesuatu itu bukan keinginannya, bukan keinginanku tapi keinginan Allah. Meninggalkan sesuatu bukan mauku tapi maunya allah. Itu bearti orang sudah fana, egonya sudah di bakar habis. Hanya allah yang jadi fokusnya. Jadi siapapun yang cita-citanya jadi sufi paling tidak ikuti huruf-huruf tasawuf [ Ta, Shod,Wawu,Fa]. Taubat, Shofa/suci, kemudian Walaya/wilayah masuklah dalam perlindungan Allah dan fana. Nah, itu ibadah harus membawa kesini. Ibadah itu di awali dari taubat, dalam pelaksanaanya harus tenang, tentram, sofa, suci tanpa motif apapun lilahi taala ngak ada dunia yang ikut.

 

Baca Juga : Zakat Rohani Rahasia Mensucikan Harta Diri Dan Mematikan Ego

 

Kemudian yang ketiga wilayah, pasrah seratus persen pada Allah baru mencapai fana. Itu batinya ibadah harus ada ini.

Sumber : Dr. Fahruddin Faiz | Penulis : Wan | Editor : Pandir.com

Click to comment