-->

Type something and hit enter

On

Tips Bahagia Dalam Perkawinan Imam Ghazali Postingan tentang "Meraih Bahagia Dalam Perkawinan " adalah Sesi Ngaji Filsafat oleh Dr.H.Fahruddin Faiz, yang di selengarakan dari Masjid Jendral Sudirman Jogyakarta. Tema kajian kali ini adalah Kebahagiaan mengangakat tokoh Imam Al-Ghazali dari kitabnya "Al-Kimiya' As-Saadah" Berikut ini cuplikan kajian Singkat yang kami beri judul "Meraih Bahagia Dalam Perkawinan" Diskripsi : Meraih Bahagia Dalam Perkawinan" adalah adalah salah satu bab di kitab Al-Kimiya' As-Saadah, oleh Dr.H.Fahruddin Faiz Bab : Bahagia Dalam Perkawinan | Tag : Meraih Bahagia Dalam Perkawinan, Imam Al-Ghazali, Al-Kimiya' As-Saadah, Dr.H.Fahruddin Faiz |



Langkah Untuk Meraih Kebahagiaan Dalam Perkawinan

Tips Bahagia Dalam Perkawinan Imam Ghazali - Dan Ghazali juga ngomong kebahagiaan perkawinan. Saya ngak bisa ngomong banyak tentang ini bukan kamu baca sendiri, tapi kamu alami besok sebagaimana kebahagiaan perkawinan.

 

Baca Juga : Kumpulan Nasihat Menyentuh Hati Dari Sonan Kalijaga

 

Perkawinan adalah jalan setiap pasangan untuk merasakan ketenangan dan ketentraman. Karena perkawinan merupakan satu institusi keagamaan, ia mesti di perlakukan secara ke agamaan. Jika tidak, pertemuan antara laki-laki dan wanita itu tak lebih baik dari kawinya hewan. Meraih Bahagia Dalam Perkawinan Imam Al-Ghazali dari kitabnya "Al-Kimiya' As-Saadah" oleh Dr.H.Fahruddin Faiz Staf mengajar Akhidah Dan Filsafah Islam UIN.


VIDEO TERKAIT POSTINGAN INI. Silakan Klik Tombol Play Untuk Menonton

 

Yang pertama yang paling penting adalah kesucian akhlak. Jika istrimu berakhlak buruk dan kamu diam saja, maka namamu akan tercoreng dan agamamu akan rusak.

 

  1. KESUCIAN AKHLAK
  2. TABIAT YANG BAIK
  3. KECANTIKAN
  4. TUNTUTAN MAHAR
  5. KETURUNAN
Baca Juga : Sifat Iri Dan Sombong Hanya Akan Menjatuhkan Diri Sendiri

 

Yang ketiga itu Ghazali punya kriteria sendiri, besok klau nyari istri atau nyari suami yang pertama perhatikan akhlaknya. Kalau hadist itukan yang di maksud kan agamanya. Cuma, katanya Ghazali jangan salah, yang dimaksud agama itu bukan yang rajin tahajud atau yang tiap hari puasa. Tapi terutama dari agamanyaa lihatlah akhlaknya. Karena kadang-kadang ibadah formalnya bagus akhlaknya jelek, prilaku sehari-hari rusak, menyusahkan orang lain. Maka pertama-tama lihatlah akhlaknya, sukur-sukur akhlaknya nyambung sama ibadah formalnya

 

Ngajari orang untuk Shalat itu lebih mudah dari pada ngajari orang untuk jujur, untuk sabar, untuk tekun. Jadi katanya Ghazali yang pertama Akhlaknya. Begitu akhlaknya rusak maka agama juga akan cepet sekali rusaknya. Jadi pertama-tama milih agama, cuma dari agama itu pilihlah yang pertama cek lah akhlaknya.

 

Baca Juga : Hatimu Sulit Menuju Allah Karena Dirantai Hasrat Dan Keinginan

 

Jadi kalau besok kamu nelisih orang yang mau jadi istrimu atau jadi suamimu, yo biasanya kalau orang kampong “ Shalat ngak, Puasa ngak?! yo bagus bagus saja cuma selain itu tanyakan-lah akhlaknya. Prilakunya pada orang tua, pada tetangganya, pada temen-temenya, kesannya dan seterusnya..

 

  1. KESUCIAN AKHLAK Jadi yang pertama Akhlaknya, sudah di jelaskan di atas.

  2. TABIAT YANG BAIK Jadi yang pertama Akhlaknya yang kedua kebiasaanya tiap hari apa. Itu menentukan lho.. Kalau ngak cocok sama kebiasaanmu tiap hari itu bisa jadi masalah. Kalau malem pak, saya sukanya tidur habis Isya sampai subuh. Jangan nyari istri atau suami yang kalau malem ngak pernah tidur, tahajut terus misalnya, Itu alamat terus… mesti rame,Ya kan?!. Kecuali kamu bisa ngajari istrimu atau suamimu “yo mas.. Tahajud yo tahajud, cuma karena yo sudah punya istri sujudnya agak lama kalau tahajut. Harus bisa mengajari, tabiat harus bisa menyesuaikan.

  3. PARAS RUPA KECANTIKAN,KETAMPANAN Yang ketiga kecantikan. Paling tidak menurutmu ya..! Ya kan?. Cantik ngak cakep itukan sifatnya agak subjectif. Maka begitu kamu ngelamar seseorang, kesanmu harus ada bahwa dia itu cantik, bahwa dia cakep, entah di lihat dari bagian mananya.. Pokoknya harus ada itunya, kalua ngak ya kamu tersiksa sampai mati. Kawin ngak ada bagus-bagusnya sama sekali [abot iku wis]. Jadi paling ngak harus ada krenteknya meskipun orang lain “lho kok mau kaya gitu” ra popo yang penting kamu sendiri merasa bahwa dia ada ada unsur cakepnya. Entah di lihat dari belakang apa dari atas.

  4. MAHAR Sama Ghazali di bahas juga “Tuntutan Mahar”. Mahar itu katanya Ghazali, jangan mau terlalu mahal, mesti di belakang jadi masalah. Atau terlalu murah, juga akan jadi masalah. Sekarang kan murah, kamu bondo selawe ewu beli Quran sama sajadah atau mungkin nunggu di kasih sajadah oleh temenmu yang habis balik dari umrah, kan sah sudah. Ya kan?! Itu terlalu murah. Dulu aku punya temen itu waktu masih kuliah sudah nikah. Maharnya seperangkat alat sholat, cuma sebelum ijab itu dia salah sebut karena di ajak ngobrol sama KUA nya, "sekolahmu di mana? Sekolahnya di IAIN". Waktu ijab qobul dia nyebut salah, harusnya seperangkat alat sholat keliru seperangkat alat sekolah. Bayar tunai, enak kalau cuma seperangkat alat sekolah pensil pulpen itu.

  5. KETURUNAN Dan yang terakhir boleh juga memperhatikan keturunan. Kalau ini kayak di Hadist-hadist itu.

Baca Juga : Pengertian Dan Hakikat Tasawuf, Tips Sebelum Ibadah

 

Okey,.. Kuncinya bahagia kayak tadi ya, membereskan nafsu sama amarah. Hasilnya nafsu sama amarah itu aklak yang mulia. Untuk akhlak mulia, Katanya Ghazali jalannya ada tiga, bisa di paksa, bisa di biasakan bisa dengan Cara Tafakur


VIDEO TERKAIT POSTINGAN INI. Silakan Klik Tombol Play Untuk Menonton

 

Pesan Penulis : Kapan-kapan akan di postingkan juga " Bahagia Dengan Aklak Mulia '' Tapi ini kapan-kapan kalau umurnya panjang. Dan akhirnya postingan tentang Tips Bahagia Dalam Perkawinan Imam Ghazali atau Meraih Bahagia Dalam Perkawinan cukuplah sampai sekian. Next time ketemu lagi mungkin di sesi thema yang berbeda. biar wawasanmu luas, mosok dari SD hingga sekrang masih ''ya ayuhal ladhina' terus.. Apal wis....

Click to comment