-->

Type something and hit enter

On

Mutiara Kata Erich Fromm Cinta Dan Memberi Oleh Dr.Fahruddin Faiz- Postingan tentang "Mutiara Kata Erich Fromm Cinta Dan Memberi Oleh Dr.Fahruddin Faiz" adalah Sesi Ngaji Filsafat oleh Dr.H.Fahruddin Faiz, yang di selengarakan dari Masjid Jendral Sudirman Jogyakarta. Tema kajian kali ini adalah Filsafah Barat mengangakat tokoh Erich Fromm. Berikut ini cuplikan kajian Singkat yang kami beri judul " Mutiara Kata Erich Fromm Cinta Dan Memberi Oleh Dr.Fahruddin Faiz " Diskripsi : # Bab : # | Tag : # |


 



Jadi hakikatnya Cinta tadi ada pada memberi. Ada lagi katanya ERICH FROMM klompok Non Produktif. Kompok Non Produktif itu memberi itu diangepnya kemiskinan. Semakin banyak memberi hati-hati kamu akan semakin melarat, semakin sering neraktir semakin cepet kamu bokek, itu orang non produktif. Pemberian diangep mengurangi sesuatu dari dirinya. Nah katanya Erich Fromm, pemberian itu maknailah secara produktif eksistensial. Jangan di lihat berkurangnya sesuatu dari dirimu saat memberi.

 

Baca Juga : Godaan Orang Berilmu Mengikut Tingkatan Ilmunya

 

Hakikatnya memberi adalah pembuktian bahwa kamu mampu, bahwa kamu punya, orang yang bisa memberi kan orang yang memiliki. Kamu ngak mungkin bisa memberi kalau kamu ngak memiliki. Maka pemberian artikan secara produktif dan eksistensial. Begitu kamu bisa memberi, itu menunjukkan bahwa kamu mampu, kamu punya kapasitas, kamu punya kemampuan kamu ternyata punya sesuatu yang bisa di berikan ke orang lain.

 

Ini membangun kepercayaan diri membangun identitas yang luar biasa. dengan jadi bisa memberi, jati dirimu teranfirmasi. "owh ternyata aku golongannya orang kuat, golongannya orang mampu" Cinta juga begitu. Makanya ada pepatah yang bilang,kalau kamu memberi kamu dapatnya lebih banyak.

 

Baca Juga : Godaan Orang Berilmu Mengikut Tingkatan Ilmunya

 

Dapatnya lebih banyak itu tidak harus tujuh ratus kembali tujuh juta, lebih banyak itu bentuknya bisa macem-macem, termasuk tadi yang paling penting, afirmasi kemampuan mu kapasitasmu. Sehingga jati dirimu terbangun, kamu jadi sesuatu sekarang. Kalau kemarin Sebelum kamu memberi, kamu seolah-olah ngak ada artinya. Tapi sekarang ketika kamu sesudah memberi, jati dirimu sekarang sudah tegas sudah owh aku ini ada artinya, hidupmu tidak sia-sia.



Ya memberi itu tidak harus barang, Apapun jenisnya memberi akan semakin menguatkan diri. Pengetahuan juga Begitu, nasihat juga begitu, bahkan senyuman. Memberi senyuman ke orang lain itu ngak gampang lho jangan salah. Kamu aja kan juga jarang paling kalau ketemu temenmu aja kan kamu senyum. Itupun yang kamu kenal, kalau di hitung misalnya kamu kuliah di kampus itu, antara mahasiswa yang kalau ketemu kamu senyum dengan yang cuek aja karena ngak kenal, itu lebih banyak dengan yang kamu cuek aja.

 

Baca Juga : Godaan Orang Berilmu Mengikut Tingkatan Ilmunya

 

Dirimu di kampus itu mungkin ya ngak di angep penting juga sama yang lain. Tapi ketika kamu bisa memberi meskipun hanya senyum, keberadaanmu di afirmasi. Mungkin kamu sering juga papasan ketemu orang, kamu sudah ancang-ancang " senyum-senyum ni" Ah di cuekin ngak jadi. ya sakit hatimu, kamu sudah senyum dia cuek aja, ah gitu.... Kamu yang terlanjur senyum, mangkelnya luar biasa.

 

Tapi jangan takut, ketika kamu senyum keorang meskipun di cueki, itu ngak penting orangnya mbales senyum apa ngak. Tapi menunjukkan " Ah ternyata aku ini ada masih mampu bisa ngasih sesuatu meskipun hanya senyum". Jadi hakikatnya Cinta, ada pada memberi.

 

Baca Juga : Godaan Orang Berilmu Mengikut Tingkatan Ilmunya

 

Ya termasuk memberikan kebahagiaan memberikan restu kalau dia kawin sama orang lain. Ok iya kan ada pepatahnya begitu.. Jangan kuwatir kalau memang jodoh pasti ketemu di pelaminan, cuma mungkin kamu jadi tamu.

Click to comment