-->

Type something and hit enter

On

Hukum dan Bahaya Menyebarkan Berita Hoaks dalam Pandangan Islam Di kutip dari LBM PBNU yang merespons situasi pada saat ini tentang maraknya perilaku pembuat dan menyebarkan berita hoaks.

 

Bahaya Hukum Berita Hoaks Islam

 

LPM PBNU~ menyatakan haram perilaku membuat dan menyebarkan berita palsu, bohong, menipu atau dikenal dengan hoaks.

 

Karna Hal semacam itu bisa menyebabkan tersebarnya kebencian dan permusuhan di kalangan masyarakat dan lebih jauhnya bisa menyebabkan disintegrasi nasional.

 

Selain penyebaran hoaks, dalam fatwa tersebut MUI juga mengharamkan ghibah (membicarakan orang lain tanpa sepengetahuannya), fitnah, namimah (adu domba), dan juga penyebaran permusuhan.

 

Karena itu, sebelum mengucapkan atau menuliskan sesuatu ke khalayak umum terutama di media sosial kita perlu mengkroscek ulang apakah kabar yang akan ditulis benar adanya atau kabar bohong.

 

Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu informasi, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujuraat [49]: 6)

 

Dengan memeriksa suatu informasi dengan teliti, yaitu mencari bukti bukti kebenaran informasi tersebut kita insyaallah akan selamat.

Satu hal yang lebih baik lagi jika kita tidak mengetahui sesuatu yang tidak jelas kebenarannya lebih baik diam untuk menjaga lisan. Pepatah Arab bilang Al Lisanu Kassaif Lisan itu seperti pedang.

 

Pepatah itu mengajarkan betapa bahayanya jika kita salah mengucap atau mengatakan sesuatu yang tidak benar.Dan sangat memungkinkan apa yang dikerjakan lisan juga tertuang dalam bentuk tulisan dan efek sebuah tulisan terlihat sangat dahsyat.

 

Click to comment