Kapal Selam Kupas Tuntas Tehnologi Fungsi Kegunaan Kapal Selam

Kapal Selam Kupas Tuntas Tehnologi Fungsi Kegunaan Kapal Selam

K apal selam merupakan salah satu alutsista yang paling sulit untuk dideteksi. Sejak kemunculannya hingga saat ini, kapal selam, menjadi sosok paling menakutkan di lautan. Bersembunyi di kedalaman lautan, kapal selam mengintai, menunggu, dan pada saat yang tepat menyerang kapal di permukaan tanpa disadari.

Kapal Selam Kupas Tuntas Tehnologi Fungsi Kegunaan Kapal Selam

Kapal selam mampu menenggelamkan kapal perang yang jauh lebih besar. Keberadaan kapal selam, mampu menghentikan gerak laju armada musuh, bahkan memaksanya mundur. Dalam video ini, kita akan mengulas seluk beluk tentang kapal selam. Mulai dari sejarah, teknologi, fungsi strategisnya dalam militer hingga kapal selam yang dimiliki oleh Indonesia.

Kita mulai dari sejarah kapal selam

Desain, Pengembangan dan percobaan untuk membuat kapal selam, telah dimulai sejak abad ke 17. Mulai dari hanya sekedar desain, hingga pembuatan kapal selam yang dioperasikan dengan tenaga manusia, hingga tenaga mesin. Pada tahun 1864, dalam perang saudara Amerika, Kapal selam konfederasi yang bernama Hunley berhasil menenggelamkan USS Housatonic.

Baca Juga : Ekpresikan Cintamu Dengan Beradap Dan Punya Akhlak

Hunley sendiri adalah kapal selam yang diopeasikan dengan tenaga manusia. Kapal ini juga bukan sepenuhnya kapal selam, karena tidak mampu benar-benar menyelam. Hanya sebagian besar badan kapal terbenam di air. Kapal selam pertama yang berhasil benar-benar menyelam adalah Sub Marine Explorer pada tahun 1886.

Kapal selam, mulai digunakan secara luas mulai awal abad ke dua puluh. Pada perang dunia I dan II, kapal selam memberikan dampak yang sangat signifikan dalam pertempuran di Lautan. Jerman, menggunakan kapal selam yang diberi nama Unterseeboot yang berarti Under Water Boat, disingkat U-Boot. Atau dalam bahasa Inggris dilafalkan U-boat.

Selama perang dunia I, U-boot milik jerman menenggelamkan lebih dari 5000 kapal sekutu, Baik kapal perang maupun kapal dagang. Dalam perang dunia 2 , 3000 kapal sekutu, Terdiri dari 175 kapal perang dan 2825 kapal dagang, ditenggelamkan oleh U-boot Jerman. Meskipun di akhir perang, jerman juga kehilangan 70% armada kapal selamnya.

Baca Juga : Lebih Enak Mencintai Apa Di Cintai

Pada saat perang Falkland, atau perang malvinas, kapal selam Inggris HMS Conqueror berhasil menenggelamkan kapal jelajah Argentina General Belgrano. Setalah kejadian ini, Argentina menyadari bahwa meraka tidak memiliki kemampuan mendeteksi kapal selam. Hal ini memaksa argentina menarik mundur seluruh kapal perangnya dari medan pertempuran. Hanya kapal selam argentina yang tetap berada di lautan.

Pada masa perang dingin, meskipun amerika serikat dan uni sovyet tidak pernah berperang secara terbuka. Namun, di kedalaman lautan, kapal-kapal selam kedua pihak saling menyusup, mencari dan mengejar. Selama periode perang dingin, amerika kahilangan 2 kapal selam nuklir. Dan kapal selam uni sovyet yang hilang atau tenggelam setidaknya empat kapal.

Baca Juga : 5 Mitos Pupular Tentang Tali Pocong

Kapal selam, mampu terapung dan menyelam ke kedalaman. Kemampuan ini, diperoleh dengan mekanisme tangki ballast atau pemberat. Saat terapung, tangkin ini berisi udara. Sehingga daya apung kapal selam berada dalam daya apung positif. Ketika akan meyelam, udara dalam tangki balast dipindahkan ke tangki kompresor sehingga tangki balast terisi air laut. Kapal berada dalam daya apung negatif, sehingga mampu menyelam. Jika akan naik kembali, udara dari kompressor dipindahkan lagi ke tangki balast sehingga air keluar digantikan udara. Kapal pun mengapung kembali.

Baca Juga : Cara Menambang Uang Digital Di Android Bitcoin mining

Tetapi, realitas sebenarnya tidak sesederhana itu. Faktor tekanan hidrostatik, perbedaan kadar garam di permukaan dan kedalaman laut yang berakibat perbedaan massa jenis dan faktor faktor lainnya. membuat kapal selam selalu berada dalam kondisi equilibrum yang tidak stabil. Bisa mengapung atau tenggelam tanpa diinginkan.

Untuk itu, untuk menjaga kestabilan ini terdapat tangki kontrol kedalaman. Tangki ini bekerja terus menerus memasukkan dan mebuang air untuk menjaga kestabilan kapal selam. Lambung kapal selam terdiri dari dua yaitu lambung bagian luar dan lambung bagian dalam. Lambung bagian luar merupakan lambung yang tidak kedap air. Fungsinya, salah satunya adalah memberikan bentuk yang hidrodinamis untuk mengurangi drag atau hambatan.

Baca Juga : Download Software Pencari Proxy IP Adress Kusus Youtube

Dengan bentuk hidrodinamis ini, kapal selam bisa melaju lebih mudah di dalam air. Sementara lambung bagian dalam, merupakan lambung yang kedap air, yang memisahkan antara interior kapal selam dimana awak kapal berada, dengan lingkungan luar kapal yang berupa air. Awak kapal selam, berada dalam interior dengan udara bertekanan sama dengan atmosfer.

Sedangkan diluar, terdapat air di kedalaman laut dengan tekanan sangat tinggi. Perbedaan tekanan yang besar ini menuntut struktur lambung kapal selam yang sangat kuat. Jika ada kesalahan, baik dari perancangan, material atau proses pembuatan, maka kapal selam bisa berpotensi remuk terkena tekanan air yang sangat besar. Untuk itu, kapal selam menggunakan material khusus.

Waspada Terhadap Pelecehan Anak Di Bawah Umur

Kapal selam Indonesia yang dibeli dari korea selatan menggunakan material baja HY 100. Baja ini memiliki kekuatan 3 kali lipat dibandingkan baja untuk kapal konvensional. Untuk memaksimalkan kekuatan, agar tekanan merata Maka lambung bagian dalam kapal selam harus memiliki penampang berbentuk lingkaran sempurna.

Pembuatan Kapal selam kelas changbogo dengan diameter 6,3 meter, penampangnya berbentuk lingkaran dengan toleransi eror maksimal 0,2 mm. Hal ini membutuhkan teknologi manufaktur yang sangat presisi. Untuk itu, pembelian kapal selam oleh Indonesia, salah satunya adalah dalam rangka memperoleh transfer teknologi pembuatan kapal selam.

Baca Juga : Software Pemambah 4000JAM Tayang Youtube

Saat ini ada dua tipe utama kapal selam yang digunakan oleh militer yaitu kapal selam diesel elektrik dan kapal selam nuklir. Kapal selam nuklir menggunakan reaktor nuklir sebagai sumber tenaga penggerak. Reaktor nuklir ini memanaskan air dan merubahnya menjadi uap bertekanan tinggi. Tekanan uap ini menggerakkan turbin uap.

Putaran turbin uap, bisa digunakan langsung untuk memutar baling-baling kapal, juga digunakan untuk memutar generator sehingga menghasilkan listrik. Bahan bakar reaktor nuklir, dapat digunakan terus menerus hingga 20 sampai 30 tahun. Oksigen dan air bersih dapat dihasilkan dari pemrosesan air laut. Oksigen dihasilkan dengan proses elekolisis yang memisahkan oksigen dan hidrogen dari molekul air. Sedangkan air tawar diperoleh melalui pemrosesan air laut dengan reverse osmosis.

Baca Juga : Bercerminlah Sebelum Menilai Orang Lain

Satu-satunya yang membatasi durasi menyelam kapal selam nuklir adalah suplai bahan makanan. Kapal selam nuklir mampu beroperasi terus menerus di dalam lautan selama 6 bulan. Kapal selam diesel elektrik, menggunakan mesin diesel saat di permukaan dan baterai saat menyelam. Karena menggunakan baterai, kapal selam disel elektrik secara berkala harus naik ke permukaan untuk menyalakan mesin diesel untuk mengisi baterai. Kapal selam ini tidak perlu benar-benar muncul ke permukaan.

Namun bisa tetap menyelam beberapa meter dibawah permukaaan dan menggunakan snorkel untuk suplai udara. Meskipun dengan keterbatasan durasi menyelam, kapal selam diesel elektrik memiliki keunggulan dalam hal stealth. Ketika menyelam dan beroperasi dengan tenaga baterai, kapal selam ini sangat senyap. Ini berbeda dengan kapal selam nuklir. Dimana saat menyelam, pompa pendingin reaktor dan mesin turbin uap menghasilkan suara yang sangat berisik. Sehingga, kapal selam diesel elektrik jauh lebih sulit dideteksi daripada kapal selam nuklir.

Baca Juga : Ekpresikan Cintamu Dengan Beradap Dan Punya Akhlak

Di kedalaman samudera, tidak memungkinkan untuk melihat secara visual. Untuk itu kapal selam dilengkapi dengan berbagai sensor sebagai inderanya. Sensor utama kapal selam berupa SONAR (Sound Navigation Ranging). Perangkat ini menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi objek baik di permukaan maupun di kedalaman. Penggunaan sonar ini dikarenakan di dalam air radar tidak dapat digunakan secara efektif Gelombang radar diserap oleh air sehingga jangkauan deteksinya di dalam air sangat terbatas. Sedangkan gelombang suara, mampu merambat sangat baik di dalam air. Kecepatan rambat gelombang suara di dalam air, 4 kali lipat lebih cepat dibandingkan di udara.

Baca Juga : Cara Ketahui Kepribadian Wanita Dari Bentuk Bibir

Ada dua jenis sonar yaitu sonar aktif dan sonar pasif. Sonar aktif memancarkan gelombang suara. Gelombang suara ini dipantulkan oleh objek lain. Pantulan gelombang ini kemudian ditangkap kebali oleh sensor pada kapal selam. Jeda waktu antara gelombang suara dipancarkan dan diterima digunakan untuk menghitung jarak objek tersebut.

Frekuensi suara yang dipancarkan oleh sonar aktif umumnya adalah frekuensi suara yang dapat didengar manusia. Dan suara ini sangat keras. Para penyelam yang kebetulan betemu dengan kapal selam, merasakan suara sonar ini menyakitkan telinga mereka. Sedangkan Sonar pasif, tidak memancarkan apapun. Sonar pasif ini mendengarkan suara yang dihasilkan oleh objek-obkjek di lautan. Sumber suara ini misalnya berasal dari getaran mesin kapal, riak air dari gerakan kapal hingga suara kru kapal maupun kapal selam.

Baca Juga : Jangan Pacaran Sama Wanita Jawa Nanti Bisa Menyesal

Kapal selam modern, dilengkapi dengan beberapa sonar sekaligus. Untuk mendeteksi objek yang berbeda. Sonar utama merukapan sonar panoramic. Sonar ini mendeteksi objek-objek diluar kapal selam. Kemudian, sonar pendeteksi ranjau untuk mendeteksi adanya ranjau laut yang dipasang oleh musuh, sehingga kapal selam dapat menghindar dari melewati area yang dipasangi ranjau laut. Active ranging sonar, merupakan sonar aktif yang memancarkan gelombang suara untuk mendeteksi objek di lautan, utamanya kapal musuh sebagai target. Ship noise measurement yang mengukur kebisingan dari kapal selam itu sendiri.

Baca Juga : Ciri Cewek Ingin Cepat Nikah

Kapal selam yang terlalu bising berpotensi dideteksi oleh musuh. Passive ranging sonar yang mengukur jarak ke target. Flank array sonar, untuk mendeteksi target dengan frekuensi rendah pada jarak menengah. Intercept Passive Sonar, mendeteksi gelombang sonar yang dipancarkan oleh musuh dan mendeteksi posisi sumber sonar tersebut. Towed array sonar yang mendeteksi target jarak jauh.

Persenjataan utama kapal selam adalah torpedo. Torpedo ini digunakan untuk menyerang baik kapal permukaan maupun kapal selam musuh. Torpedo diluncurkan dari kapal selam dan bergerak mencari sasaran. Ada jenis torpedo yang dikendalikan dari kapal selam, maupun torpedo dengan sistem fire and forget yang dilengkapi dengan perangkat sonar. Adapula gabungan keduanya.

Baca Juga : Trik Cara Dapat 4000 Jam Tayang Hanya Pakai Handpone Android

Saat diluncurkan torpedo terus menerus dikendalikan oleh sistem pada kapal selam. Antara kapal dan torpedo yang ditembakkan dihubungkan dengan kabel. Kabel ini bisa kabel tembaga maupun kabel fiber optik. Ketika torpedo sudah mendekati sasaran, kabel ini dilepas dan torpedo menuju sasaran dengan sensor sonar pada torpedo tersebut. Ledakan torpedo, memberikan dampak kerusakan yang jauh lebih besar daripada rudal permukaan.

Karena meledak di dalam air, gelombang kejut ledakan torpedo menghasilkan efek yang bernama bubble jet effect. Torpedo yang meledak di bagian tengah kapal, mampu mengakibatkan lambung kapal terbelah dan kapal patah menjadi dua bagian. Selain torpedo, kapal selam juga dapat digunakan untuk membawa peluru kedali baik rudal balistik maupun rudal jelajah.

Baca Juga : Biodata Ustazt Ahli Hikmah Ujang Bustomi Pendiri Padepokan Anti Galau

Amerika menggunakan kapal selam sebagai salah satu elemen dari Triad nuklir. Tiga wahana untuk membawa dan mengirimkan senjata nuklir. Ketiganya adalah Rudal Balistik Antar Benua, Pesawat Pembom strategis dan kapal selam. Selain untuk peperangan laut dan peluncur peluru kendali. kapal selam juga digunakan sebagai sarana infiltrasi dengan membawa personil pasukan khusus menyusup ke wilayah musuh.

Karena perannya yang sangat strategis, Indonesia, sebagai negara kepulauan mutlak membutuhkan kapal selamuntuk menjaga kedaulatan perairan Nusantara. Pada era tahun 60an. Dalam mendukung operasi Trikora, Indonesia memiliki hingga 12 unit kapal selam operasional. Ditambah 2 unit sebagai persediaan suku cadang.

Baca Juga : Cara Memambah Jam Tontonan Publik YT Cepat Dan Mudah

Kapal perang Indonesia memiliki aturan tersendiri dalam penomoran dan penamaannya. Untuk kapal selam, diberi nomor dengan awalan angka 4 dan namanya diambil dari nama senjata dalam cerita pewayangan. 12 unit kapal selam yang dimiliki indonesia pada masa orde lama diberi nama KRI Cakra, Nanggala, Nagabanda, Trisula, Nagarangsang, Candrasa, Alugoro, Tjumandani, Wijayadanu, Pasopati, Hendrajala, dan Bramastra.

Kapal-kapal ini merupakan kapal selam kelas Whiskey buatan Uni Soviet. Merenggangnya hubungan Indonesia dengan Unisoviet setelah tahun 1965, membuat kapal selam ini kesulitan suku cadang dan akhirnya dipensiunkan tahun 1970. Indonesia pun, mengalami kekosongan armada kapal selam.

Baca Juga : Igniplex 2. Free Download Premium Blogger Template

Pada tahun 1977, Indonesia memesan 2 kapal selam. Kapal selam tersebut merupakan type 209/1300 buatan Howaldswerke dari Jerman. Kapal selam pesanan Indonesia tersebut akhirnya selesai dalam 4 tahun dan diluncurkan pada tahun 1981. Selama puluhan tahun, Indonesia hanya mengoperasikan 2 unit kapal selam tersebut. Baru pada tahun 2011 Indonesia melakukan penambahan inventaris kapal selamnya, dengan menandatangani kontrak pembelian kapal selam sebanyak 3 unit dari Korea Selatan.

Kapal selam ini dibuat oleh Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME). Kapal selam pertama, selesai dikerjakan tahun 2015, diluncurkan tahun 2016 dan resmi bertugas di TNI Angkatan Laut mulai 2 Agustus 2017. Kapal ini, diberi nama KRI Nagapasa dengan nomor lambung 403. Kapal selam Indonesia yang dibeli dari Korea Selatan tersebut , masih satu keluarga dengan dengan kapal selam pengadaan tahun 1977 Yaitu Type 209 buatan Jerman. Hanya saja yang ini adalah Type 209/1400. Sedangkan kapal selam kelas cakra adalah type 209/1300.

Baca Juga : Bercerminlah Sebelum Menilai Orang Lain

Indonesia membeli kapal selam kelas Chang bogo yang telah ditingkatkan kemampuannya atau Improved Chang bogo. Dan kemudian dikenal sebagai kapal selam kelas nagapasa. Kapal selam kelas nagapasa merupakan kapal kelas cang bogo yang telah dikembangkan dengan penambahan beberapa perangkat. Perangkat yang ditambahkan pada kapal selam kelas nagapasa diantaranya perangkat sonar CSU 90. Sonar buatan Atlas Elektronik ini merupakan sonar aktif dan pasif yang terintegrasi.

Juga memiliki kemampuan tracking sasaran secara otomatis. Perangkat lain yang disematkan adalah RESM atau Radar Electronic Support Measurement yang bernama PEGASSO buatan Indra Sistema dari Spanyol. Kapal selam ini menggunakan periskop buatan Hendsoldt dari Jerman. Terdiri dari Periskop Sero 400 dan perangkat optikal elektronik OMS 100. Untuk mengecoh torpedo lawan, kapal selam kelas Nagapasa, menggunakan pengecoh torpedo ZOKA buatan Asselsan dari Turki.

Baca Juga : Ciri Cewek Ingin Cepat Nikah

Untuk persenjataan, kapal selam ini dilengkapi dengan peluncur torpedo berdiameter 53 cm. Peluncur torpedo ini bisa mluncurkan torpedo 53 cm atau 21 inch semisal torpedo Black Shark atau AEG SUT 264. Torpedo yang sudah dipasang, adalah torpedo blackshark buatan italia. Kapal selam ini juga dapat membawa rudal anti kapal permukaan semisal rudal harpoon.

Baca Juga : Jangan Pacaran Sama Wanita Jawa Nanti Bisa Menyesal

Dalam pembelian kapal selam dari Korea ini, juga terdapat proses alih teknologi. Pada proses pembuatan Kapal selam KRI Nagapasa 403 dan KRI Ardadedali 404. teknisi dari PT PAL dikirim ke Korea untuk mempelajari dan ikut dalam proses pembuatan kapal selam tersebut. Pembuatan KRI Alugoro, Modul kapal selam dibuat di Korea Selatan dengan tetap melibatkan teknisi dari Indonesia. Kemudian, modul-modul tersebut dikirimkan untuk dirakit di Indonesia di PT PAL. Setelah 3 unit kapal selam rampung, Indonesia kembali memesan 3 kapal selam lagi dari Korea Selatan. Dalam Kontrak pengadaan tahap dua, untuk kapal pertama, terdiri dari 6 modul. 4 modul dibuat di Korea dan 2 dibuat di Indonesia. Kemudian modul-modul tersebut akan dirakit di Korea.

Baca Juga : Cara Ketahui Kepribadian Wanita Dari Bentuk Bibir

Kapal kedua, Indonesia akan membuat 4 modul dan korea 2 modul. Lalu, modul-modul ini akan dirakit di Korea. Sedangkan untuk kapal selam ketiga, seluruh modul akan dibuat di PT. PAL lalu proses perakitan juga dilaksanakan di PT PAL. Sehingga, nantinya, kapal ketiga ini akan dibuat di Indonesia secara keseluruhan. Pengadaan 3 kapal selam batch kedua ini direncanakan akan selesai tahun 2026. Artinya, pada tahun 2026 Indonesia akan mengoperasikan 8 Unit Kapal Selam. Saat ini, Indonesia memiliki 5 unit kapal selam. Terdiri dari 2 unit kelas Cakra yaitu KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402. 3 unit kelas nagapasa yaitu KRI Nagapasa 403, KRI Ardadedali 404 dan KRI Alugoro 405. Kapal selam kelas nagapasa, memiliki bobot 1400 ton dengan panjang 61,3 meter. Kapal ini menggunakan tenaga 4 mesin diesel MTU 12V493.

Mesin diesel ini dioperasikan saat di permukaan untuk menggerakkan kapal sekaligus mengisi baterai. Ketika menyelam, baterai tadi digunakan sebagai sumber tenaga. Kecepatan saat menyelam adalah 21 knot atau 38 km/jam. Kapal selam kelas Nagapasa, mampu mengangkut 40 orang, termasuk kru dan personil pasukan khusus. Dengan bahan bakar dan suplai makanan, mampu beroperasi selama 50 hari dengan daya jelajah 18.000 - 19.000 km. Dengan kekuatan ini, armada kapal selam Indonesia menjadi salah satu yang terkuat di Asia Tenggara, bersaing dengan Singapura. Thailand, memesan 4 unit kapal selam dari Tiongkok. Namun saat ini masih dalam proses pembuatan.

Baca Juga : Tutorial Mahir Membuat Instument Musik Pakai Studio One 5 Plus Gratis

Malaysia, memiliki 2 kapal selam buatan perancis yaitu KD Tun Abdul Rahman dan KD Tun Abdul Razak. Vietnam, memiliki 6 kapal selam kelas Kilo buatan Rusia. Singapura, saat ini mengoperasikan 5 kapal selam. Terdiri dari 4 kapal selam buatan swedia dan 1 kapal selam buatan jerman yaitu RSS Invincible. Tambahan 3 kapal selam yang sejenis dengan Invincible sedang dalam proses pembuatan.

Sementara itu, Filipina, Brunei Darussalam, myanmar dan kamboja tidak memiliki kapal selam. Di selatan Indonesia, Australia saat ini memiliki 6 kapal selam buatan swedia. Australia, memang berencana menambah 12 unit kapal selam. Namun, dijadwalkan baru terealisasi tahun 2030. Pada episode berikutnya, kita akan membahas jenis-jenis bahan peledak, yang digunakan oleh militer.

Anda mungkin menyukai postingan ini