Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki - 

Seandainya setiap manusia menyadari bahwa cinta tak selalu harus memiliki tetapi lebih kepada keikhlasan Dan ketaqwaan. 

Cinta adalah sesuatu yang mutlak dimiliki setiap orang. Maka ketika seseorang memiliki perasaan cinta akan menjadi wajar jika timbul keinginan untuk memiliki sebagai wujud dari keseriusan dari perasaan tersebut.

Cinta tak harus memiliki

Dan dari sekian banyak cerita cinta yang berakhir bersama dalam kebahagiaan ada juga yang tidak beruntung.Galau... jangan!! Karena bicara cinta adalah tentang keikhlasan. Bersama atau tidak bersama, memiliki atau tidak memiliki adalah konsekwensi dari perasaan cinta tersebut. 

Kenapa ada banyak cerita cinta yang tak bisa bersama ? Atau kenapa ada kalimat bijak jika cinta itu tak harus memiliki?Nah.. pertanyaan nya sama seperti ini, ketika kita minum kopi apakah harus selalu pakai gula? 

Bicara cinta selalu akan berkaitan dengan jodoh. Namun sejatinya cinta dan jodoh itu adalah dua hal yang berbeda. Cinta adalah ekspresi dari hati sementara jodoh adalah bagian dari perjalanan hidup atau yg sering kita sebut takdir.

Cinta itu bisa dirasakan setiap hari setiap orang dan setiap saat. Dan biasa nya cinta akan selalu dengan keindahan, kecantikan atau ketampanan.Nah, kalo Jodoh... jodoh adalah istilah dimana seseorang itu adalah pasanganmu (seharusnya atau memang). Jodoh tidak ada hubungannya dengan cintamu. Bisa saja jodohmu bukan orang yang kamu cintai, dan jodohnya juga bukan kamu.Tetapi sama seperti kopi tanpa gula, jodoh tanpa cinta akan terasa pahit tapi masih bisa dinikmati. 

Ketika kita mencintai dan ikhlas merelakan jika orang yang kita cinta memilih orang lain sejatinya itu lah cinta, karena....

1.Cinta itu tulus bukan obsesi.

Hal ini lah yang harus kita pahami ketika rasa cinta itu datang pertama kali.Terasa sulit memang tapi kita bisa merasakannya.Jika cinta kita tulus maka kita akan merasakannya bahagia meski tak selalu bersama sementara obsesi hanya membuat kita melawan takdir karena kecewa dengan keadaan.

2.Kamu atau dia berhak bahagia meski tak bersama.

Banyak hal yang bisa terjadi dalam hubungan percintaan. Apalgi ketika kita berada pada pilihan bertahan atau mundur.Jika mundur adalah demi untuk kebahagiaan nya maka lakukan lah untuk tak saling menyakiti dan doa adalah cara yang paling bijak melindungi nya.

3.Fokus pada kepentingan yang lain.

Setiap orang punya kepentingan masing-masing Dan adakalanya kita perlu memprioritaskan sesuatu dan mengesampingkan cinta kita. Mungkin saja keluarga tidak mendukung atau pekerjaan menuntut kita untuk lebih fokus atau ada seseorang yang lebih baik buat dia. Maka bijaklah dalam membaca perasaan mana yang penting dan yang tidak penting.

4.Cinta akan menemukan jalannya sendiri.

Ketika kau merasa lelah, ketika kau merasa tak bisa mempertahankan cinta mu, jangan takut untuk patah hati. Allah mematahkan hatimu karena sedang mempersiapkan hati yang baru untukmu.Karena cinta akan menemukan jalannya sendiri untuk kembali, jika bukan dia maka akan datang yang lebih baik lagi menggantikannya.Hukum alam akan tetap berlaku, jika bukan takdirmu sekuat apapun kau mencintai tetap tak akan bisa menjadi takdirmu.

5.Bukti dari tingginya cinta.

Rela melepas orang yang kita cinta bukan mudah, akan ada hati yang sakit. Namun yakinlah bahwa itu adalah bukti tertinggi dari perasaan cinta yang kita punya. Tak perlu menyesal karena cinta yang kita punya hanyalah titipan Sang Pemilik Cinta.

Pada akhirnya cinta itu melibatkan orang lain didalamnya. Ketika seseorang menyatakan bahwa dia mencintai, diartikan bahwa sebenarnya dia siap berkorban, namun ketika dia melakukan pengorbanan itu dengan rasa cinta, tidak akan terasa beban sama sekali,that's mean kalo dia tulus. Ketika seseorang mencapai tahap ini, fikiran egois yang mendoktrin diri sendiri untuk memiliki seseorang yg kita cintai berkurang, karena dengan melihat dia berbahagia saja, rasanya cukup. Karena cinta bukan perihal dicintai balik tetapi lebih apa yang mampu kita sampaikan bahwa kita mencintai seseorang, baik dari ucapan maupun perbuatan.

21 juni 2021 Meilinda Harahap

Anda mungkin menyukai postingan ini