Ikhlas Adalah Tingakatan Cinta Tertinngi (Ngaji Filsafat Ust Dr.Fahruddin Faiz) Bakti Yoga

Tingakatan Cinta Tertinngi | ngaji filsafat cinta,filsafat fahruddin faiz,fahruddin faiz ngaji filsafat terbaru,dr fahrudin faiz ngaji filsafat,f

Pandir.com - Ikhlas Adalah Tingakatan Cinta Tertinngi (Ngaji Filsafat Ust Dr.Fahruddin Faiz) Bakti Yoga | Berikut ini adalah kajian terbaru tentang Ikhlas Tingakatan Cinta Tertinngi (Ngaji Filsafat Ust Dr.Fahruddin Faiz) Bakti Yoga Kajian kali ini kami kutib dari kajian filsafat Dr.Fahruddin Faiz.

Ikhlas  Adalah Tingakatan Cinta Tertinngi (Ngaji Filsafat Ust Dr.Fahruddin Faiz)  Bakti Yoga

Postingan tentang Ikhlas Adalah Tingakatan Cinta Tertinngi (Ngaji Filsafat Ust Dr.Fahruddin Faiz) Bakti Yoga ini juga kami buat dalam bentuk video dan sudah kami upload di chanel youtube kami dengan judul Ikhlas Adalah Tingakatan Cinta Tertinngi (Ngaji Filsafat Ust Dr.Fahruddin Faiz) Bakti Yoga .

BACA JUGA : Tiap manusia mempunyai jalan hidup yang berbeda

Jika Anda membutuhkan informasi atau bahan kajian untuk sebuah tugas tentang Ikhlas Adalah Tingakatan Cinta Tertinngi (Ngaji Filsafat Ust Dr.Fahruddin Faiz) Karma Yoga sekarang anda berada di blog yang tepat. Langsung saja silakan di baca sampai habis artikel tentang Tingakatan Cinta Tertinngi yang senaja kami sajikan dalam bentuk tulisan dan video.

Ikhlas Adalah Tingakatan Cinta Tertinngi (Ngaji Filsafat Ust Dr.Fahruddin Faiz)

Jalan yang paling gampang adalah lewat jalur cinta. Ini yang agak susah. Ngak perlu dijelaskan cinta itu apa tapi kalian pasti punya karakter dan kualitas yang namanya cinta. Dengan intensitas masing-masing dalam berbagai konteks kehidupan mu.

Kamu sama orang tua disitu ada relasi cinta. Mungkin levelnya di situ agak tinggi. saya punya HP,HP ini tak cintai. Kalau tiba-tiba hilang aku yo nangis. Itukan ada level tertentu. Pada HP, pada laptopku, pada temanku, pada apapun itu kan ada level-level cinta.

BACA JUGA : Habib Rizieq Syihab Ingatkan 8Tokoh Wahabi Ini

Jadi pingin ketemu Tuhan itu juga bisa lewat jalur cinta. caranya gimana? ngak mikir diri kita. Cinta itu kan biasanya orang membuang egonya demi dia yang dicintai. Berhadapan dengan tuhan juga begitu. Ngak perlu nawar,ngak perlu di pikir-pikir. Allah nyuruh kita sepertiga malam,Allah nyuruh kita, ngak usah di pikir "Tapi itukan sunah pak, sunah itu ngak dilakukan juga ngak apa-apa" Itu masih peritungan.

Cinta itu ngak ngitung-ngitung.Kayak kamu kalau punya pacar itu lho kan. kamu ngak ngitungkan sudah.Sing pentingkan seneng saja bisa traktir. kamu kan ngak mikir pulang terus di tulis. Hari ini 25ribu. Kamu kan ngak mikir itu.Klau masih ada itu masih peritungan masih dagang, belum cinta. Kalau cinta ngak mikir itu ngak mikir balesan. Masak 25ribu cuma dapat gandengan tok. Ngak seru ya? misalnya.. Itu namanya dagang,.. Jadi kalau cinta ngak mikir kesana. Klau dapat ya sukur kalau ngak dapet yo?...

Jadi memuja tuhan dengan segenap kemampuan tapi tulus. Makanya kalau di islam yo Ikhlas. Nyawanya cinta itu keiklasan yang bahasa indonesianya adlh ketulusan. Manifestasinya itu kalau yang di hinduisme yang di bakti yoga itu yang pertama menyintai tuhan dengan setulus hati, yang ke dua mencintai dalam kehidupan. Maksudnya apa? Hidup kita modusnya harus modus cinta terhadap apapun.

Yang ketiga mencintai hal lain karena dia. Dan yang ke empat mencintai tanpa pamrih. Diawal tulus itu bearti bersih. dan di akhir tanpa pamrih bearti ngak pingin imbalan apa apa selain keridhoan yang di cintai. Asal engkau rela cukup sudah..

BACA JUGA : Asal usul sholawat jibril

Itu kalau dalam agama. Asal allah ridho.. Makanya kan "إلهي أنتا مقصودي وريدهوكا ماتلوبي | Ilahi Anta Ma'sudi Wa Ridlha MatlubiM Asal aku ridho ya Allah.. aku ngantuk tak belain sholat ngak apa-apa wis. Capek-capek tak antar jemput ngak apa-apa wis. Kan gitu.. Asal pacarnya seneng asal Allah ridho.

Nah, memuja keatas tapi secara horisontal, tapi modusnya juga harus modus cinta. Modus cinta itu apa? Hidupmu berhadapan apapun kalau bisa landasanya cinta.

Kalau hari ini itu kan landasan paling ketara kan landasanya ekonomi, untung rugi. Kamu mikir kamu dapat apa sih, berapa yang kamu berikan dan berapa yang kamu dapatkan. Kalau itu bukan cinta. Kamu mikir kamu dapat apa sih, berapa yang kamu berikan dan berapa yang kamu dapatkan. Kalau itu bukan cinta.

Kalau allah nyuruh sholat jamaah, Sholat jamaah karena kamu cinta padanya yang nyuruh jamaah ngak usah mikir 27 apa 26 apa 25. Itu cinta.. Kan kamu seringkan negoiasi sama Allah. Wiritan aja kan kamu pakai tasbih 33 pas 33. Memangnya kalau di bonusi satu atau dua apa ngak bisa? sudah pas pak itu sudah ngak bisa di tawar... Iya kan?

BACA JUGA : Kata Mutiara Nasihat Berharga Dari Kanjeng Ratu Roro Kidol

Ada ngak yang kemana-mana bawa tasbih cetikan itu yang ada itu. Subhanallah..Subhanallah.. 2200 ah kurang 250 lagi.. Tapi sambil wiritan sambil nonton TV, sambil ngapain, ya ngak ngambung, kehilangan gunanya wirid. Makanya disitu di sebut ada tiga cara, ada tiga pendekatan untuk mencintai Allah. Yang pertama apa? di islam namanya Wirid.. Apa sih gunanya wirid? internalisasi mengenal tuhan yang ada pada dirimu.

Maka di islam kan kamu di suruh berdoa sesua asmaul husna sesuai kebutuhanmu. Kalau ingin membangkitkan jiwa penyayang dalam dirimu, perbanyak Ya Rohman Ya rohim. Dia sudah ada dalam kuwalitas dirimu. Karena Allah itu bagian kecilnya ada dalam dirimu, kayak sinarnya matahari yang memancar dari matahari.

Japa mantra wirid itu menyebut nama dirinya terus menerus. Iya kan? kalau kamu ingin gagah yo sebut saja Ya Qowiyyu Ya Matin dan seterusnya... Pengen membangkitkan rahasia-rahasia kelembutan dalam dirimu ada Ya Latif.. Maka jangan heran kalau ada para wali dahsatnya luar biasa. Kenapa? Potensi ketuhanan-Nya bangkit. Antara lain lewat wirid meskipun bukan satu satunya. Kayak kamu itu lho.. Kalau sedang jatuh cinta, ada orang nyebut nama pacarmu kan bergetar. Apalagi sama mantan,iya kan.. Ada getaranya.

Makanya cirinya orang beriman diantara cirinya kan وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ itu kan? Hatinya bergetar kalau ada orang nyebut nama Allah. Kalau sudah begitu levelnya memang sudah level cinta. Ngak ada bergetar hati yang ngak ada level cinta. Jalan yang kedua belajarlah dari hidupmu sehari-hari. di sekelilingmu banyak sekali pelajaran cinta. Ada cintanya ayah ibu, ada cintanya suami istri, Ada cintanya macem-macem..Belajar saja.

BACA JUGA : Wanita Bukan Makhluk Lemah

Satu-satunya makluk yang bisa tulus yang bisa ngak tulus itu manusia. di luar itu semuanya mengajarkanmu tentang ketulusan kejujuran, cinta. Kucing itu meskipun dia ngak kamu ngak kasih makan terus nyuri, itu ketika dia nyuri itu dia tulus sedang lapar lho. Ngak pernah kucing sudah kenyang terus nyuri itu ngak ada. Kalau dia nyampe nyuri itukan dia sangat lapar kamu yang dekat dia pelit. Ngak ngasih makanan. Dia ngak pernah sudah kenyang terus ah tak kerjain orang ini tak curi anunya orang ini.. ngak.. ngak ada kayak gitu kucing.. Yang bisa kayak gitu manusia.

Maka belajarlah dari semua yang ada di sekelilingmu yang bukan manusia, semua mengajarkan cinta. Kecuali yang di rusak sendiri keseimbanganya.Dan resikinya harus di tanggung sendiri. Dan yang ketiga "NIRU" kalau tadi belajar kalau ini niru. ada tiga gaya niru. Yang pertama niru bersikap seperti pada orang yang melindungi pada yang melindungi.

Ini logikanya adalah logika kebutuhan. Jadi proyeksikan sadarilah bahwa kamu itu butuh Allah, Maka jalanmu untuk mencintai allah lebih cepet. Wah kalau ngak ada Allah kelihatnya ngak mungkin aku masa depanku cerah, Wah kalau ngak ada Allah susah aku nyari istri wajahku kayak gini pas pasan juga apa-apanya ngak ada yanag unggulan.

Ini kalau ngak di tolong allah ngak laku laku aku. Nah butuhkan.. Kalau butuh kamu cintanya lebih cepet.Jadi jalan pertamanya itu. Sadarilah bahwa kamu butuh Allah. Sikap orang yang dilindungi pada yang melindungi. Orang yang ditolong pada yang di tolong. Kalau kamu sudah merasa aku itu butuh Allah. kalau sudah merasa gak bisa tanpa mu aku hidup ya Allah, itu cepet kamu jatuh cinta pada Allah.

Atau jalur kedua. Jalur persahabatan, friend, CS, kamu sama Allah. Kalau kamu tiap hari bareng sama Allah lama-lama kamu akan jatuh cinta padanya. Karena oh iya ya.. Allah maha kuasa sekali. Allah maha besar sekali. Lama-lama akan jatuh cinta.

Atau jalur yang ke tiga, jalur ke tulusan. Jalur ketulusan itu, sudahlan ngak terlalu banyak mikir ngak terlalu banyak pertimbangan pokoknya fitrohku memang mencintai Allah.

Seperti ayah pada anaknya atau anak pada ayahnya.Kamu sama bapakmu kan ngak pernah di ajari kamu harus sayang bapakmu tapi otomatis kamu sangat sayang pada ayahmu. Ibumu juga begitu,waktu melahirkanmu ngak pernah ikut kursus apa ikut ngaji gimana caranya biar sayang anaknya. Otomatis langsung sayang anaknya. Ketulusan jalur yang tiga. Nah itu bakti yoga.

Kami menulis artikel tentang Ikhlas Adalah Tingakatan Cinta Tertinngi (Ngaji Filsafat Ust Dr.Fahruddin Faiz) Bakti Yoga karena banyak yang mencari informasi tentang " ngaji filsafat,ngaji filsafat fahruddin faiz,ngaji filsafat fahrudin faiz,fahruddin faiz ngaji filsafat,ngaji filsafat fahrudin faiz terbaru,ngaji filsafat cinta,filsafat fahruddin faiz,fahruddin faiz ngaji filsafat terbaru,dr fahrudin faiz ngaji filsafat,filsafat,ngaji filsafat dr fahruddin faiz,fahrudin faiz filsafat,ngaji filsafat barat lagi fahruddin faiz,dr fahrudin faiz ngaji filsafat terbaru,ngaji filsafat india,filsafat cinta

Writer dan konten creator | Kadang ngeblog namun hanya sekedar asal nulis untuk menyalurkan bakat emosi.

Posting Komentar