Imam Malik | Jangan Berguru Pada 4 Orang Ini  (Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz)

Imam Malik | Jangan Berguru Pada 4 Orang Ini (Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz)

Pandir.com - Imam Malik | Jangan Berguru Pada 4 Orang Ini (Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz) | Berikut ini adalah kajian terbaru tentang Nasihat Imam Malik | Jangan Berguru Pada 4 Orang Ini (Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz) Kajian kali ini kami kutib dari kajian filsafat Dr.Fahruddin Faiz.

Imam Malik | Jangan Berguru Pada 4 Orang Ini  (Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz)

Postingan tentang Imam Malik | Jangan Berguru Pada 4 Orang Ini (Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz) ini juga kami buat dalam bentuk video dan sudah kami upload di chanel youtube kami dengan judul Imam Malik | Jangan Berguru Pada 4 Orang Ini (Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz) .

BACA JUGA : Tiap manusia mempunyai jalan hidup yang berbeda

Jika Anda membutuhkan informasi atau bahan kajian untuk sebuah tugas tentang Imam Malik | Jangan Berguru Pada 4 Orang Ini (Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz) sekarang anda berada di blog yang tepat. Langsung saja silakan di baca sampai habis artikel tentang Jangan Berguru Pada 4 Orang Ini (Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz) yang senaja kami sajikan dalam bentuk tulisan dan video.

Jangan Berguru Pada 4 Orang Ini (Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz)

katanya Imam Malik, ilmu tidak boleh diambil dari empat orang ini. yang pertama orang bodoh yang nyata kebodohannya. Kalau sudah jelas orang ini bodoh mungkin kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bodoh itu rasanya agak kasar yo pokoknya orang yang gak ngerti orang yang bukan ahlinya. Yo kalau memang bukan ahlinya jangan di ikuti.

Itu analoginya orang bodoh itu Ya orang yang nggak ngerti. Orang yang bukan ahlinya. Ya ndak usah di ikuti orang yang bukan ahlinya. Kalau tentang fiqih, yo ikut ahli fiqih. Kalau tentang filsafat, di ikuti ahli filsafat. Kalau tentang akhlak, belajar dari orang yang para ulama yang ngerti akhlak. Jadi jangan ngarang.

BACA JUGA : Habib Rizieq Syihab Ingatkan 8Tokoh Wahabi Ini

Pokoknya orang yang kalian idolakan, kalian tinggikan, kalian kagumi terus belajar apa saja dari beliau ya nagk. Yo dipelajari sesuai dengan keahlian beliau. Jadi jangan belajar dari orang yang gak ngerti yang nyata ketidak mengertian nya.

Yang pertama ini, kadang-kadang kita itu jadi ndak kritis kalau egonya main. Misalnya karena kelompokku, karena grupku, karena dosen ku, karena temanku, karena idolaku. ini membuat kita agak kritis. Tapi tetep kalau kita ingin belajar sesuatu,yo harusnya dari ahlinya. Itu yang pertama.

Yang kedua jangan belajar atau mengambil ilmu dari shohibul hawa orang yang disetir dikendalikan oleh hawa nafsunya. cirinya apa orang yang dikendalikan oleh hawa nafsunya? orientasi hidup dan target-target hidupnya, hal-hal yang sifatnya duniawi sementara artificial. artificially itu tidak penting nggak pentingndak Hakiki.

Jadi shohibul hawa itu targetnya ngak akan jauh-jauh misalnya dari harta, tahta,kehormatan duniawi, pujian, kekaguman orang dan yang sejenis hidup itu. ciri-ciri shohibul hawa ingin memamerkan ilmunya ingin memamerkan ketinggian wawasannya ingin dipuji orang tentang kepandaiannya dan yang sejenis itu itu.

BACA JUGA : Asal usul sholawat jibril

Itu juga cirinya shohibul hawa, kalau ada orang jenis ini hati-hati, kalau bisa enggak usah mengambil ilmu dari orang jenis ini. Orang-orang semacam ini. biasanya yang disampaikan adalah yang sesuai dengan kepentingan dan ambisinya. Kalau ada hal-hal yang nggak cocok dengan kepentingan dan ambisinya, dia loncati. kadang yang jelek-jelek pun karena dia pinter, dia carikan dalilnya. dalil yang cocok dengan nafsu dan ambisi yang sudah dia target.

Makanya hati-hati.Kalau sama orang bodoh tadi kan lebih mudah identifikasinya. Kalau shohibul hawa ini melihatnya tidak pada ilmunya tapi pada karakternya. Yang diomongkan mungkin benar, mungkin ada dalilnya. Tapi melihat betapa ambisius nya dia, betapa dia di liputi oleh hasrat hawa nafsu ingin enak sendiri, ingin sukses sendiri, egois. Harus kita mundur sebentar, hati-hati.

Jangan-jangan kebenaran yang dia sampaikan itu sudah dipotong-potong direduksi sesuai keinginan dan ambisinya. yang ini kadang-kadang harus hati-hati kalau dalam dunia filsafat ada istilah kaum sofis.

Kaum sofis ini karena dia pinter kalau ngomong ya mengagumkan banyak orang, logis, rasional, masuk akal. orang biasa ndak bisa berpikir seperti itu.

BACA JUGA : Kata Mutiara Nasihat Berharga Dari Kanjeng Ratu Roro Kidol

Cuma kaum sofis ini dikenal oportunis. Jadi dia tergantung siapa yang bayar tergantung siapa yang ngontrak kebenaran bisa diatur. Jadi kebenaran bisa diatur itu argumen bisa dipilih-pilih.

Kan saya sering bilang akal itu pinter menjustifikasi tergantung hati mengarahkan kemana. Hati itu kalau diarahkan ke kebaikan yo akal bisa menunjukkan dalil argumen untuk mendukung kebaikan.

Tapi kalau hati cenderung pada yang jelek yo akal akan mampu menyusun argumen untuk mendukung kejelekan. Jadi shohibul hawa, Ayo ati-ati kita hindari.

Yang ketiga para Pendusta. Nah berarti sebelum kita mengikuti orang lain harus kita cek track recordnya. Ini ternyata para Pendusta jangan diikuti. kalau para Pendusta kan kuatirnya dia berdusta, bohong.Maksudnya ayat sebenarnya ini di blender jadi itu. ini para Pendusta, maksudnya hadist ini "A" tapi untuk kepentingannya maksudnya dibelokkan menjadi "B".

BACA JUGA : Wanita Bukan Makhluk Lemah

Bahkan seandainya dustanya tidak seperti yang saya contohkan tadi, tidak tentang ayat, tidak tentang Hadist. kalau di situ kan ada kalimat walaupun tidak pernah berdusta atas nama Rasulullah, dustanya mungkin urusan urusan sepele, urusan-urusan kecil.

Tapi orang yang mudah berdusta ini bahaya untuk diikuti, ndak sibuk bilang sibuk. Nah ini terus bohong. Sudah makan bilangnya belum makan atau sebaliknya. Inikan Sebenarnya jujur tidak apa-apa tapi kadang-kadang kita milih bohong.

Kemudian ndak masuk hilang masuk, jenis-jenis ini kan bohong sederhana. Sekali tiap hari mungkin kita lakukan secara tidak sengaja. Tapi kalau dibiasakan dia menjadi karakter membuat diri kita tidak terpercaya

Kata-kata yang keluar dari mulut kita jadinya tidak tsiqoh tidak tidak kuat tidak bisa dipercaya. meskipun kita bohongnya hanya kecil-kecil tapi kalau kecil-kecil banyak akan membentuk karakter sebagai pembohong. Orang yang bohongnya sudah jadi karakter itu ya kalau dia berbohong dia rasanya sudah biasa saja. Karena sudah tiap hari diabegitu.

Yang keempat ini juga kita harus hati-hati. Kalau ini sebenarnya baik. tapi ternyata orang sholeh, orang mulia menyampaikan kebaikan tapi dia sendiri tidak tahu dengan yang dia sampaikan. Dia sendiri ndak paham dengan apa yang dia sampaikan. Mungkin dia ini hanya mengulang-ulang saja, Mungkin dia ini hanya taklid mengikuti saja, ini juga katanya Imam malik harus hati-hati kita ikuti.

Kalau dalam bahasa filsafat, orang ini sebenarnya baik, cuma ndak kritis. cuma dia ndak ingin paham dasarnya argumennya dari yang dia sampaikan.pokoknya baik disampaikan, baik disampaikan, dia ngak mendalami.

Ini juga harus hati-hati karena setiap pernyataan setiap dalil yang disampaikan, setiap pendapat yang disampaikan, itu kan harus ngerti bener dasarnya. Tidak sekedar mindah kata dari tokoh "A" kita sampaikan ulang. Jadi ini Kita juga harus hati-hati kalau ada orang hanya peniru. hanya follower pengikut.Jadi empat orang yang harus kita hati-hati dalam mengambil ilmu dari mereka kalau bisa ya dihindari.

Kami menulis artikel tentang Imam Malik | Jangan Berguru Pada 4 Orang Ini (Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz) karena banyak yang mencari informasi tentang " ngaji filsafat,ngaji filsafat fahruddin faiz,ngaji filsafat fahrudin faiz,fahruddin faiz ngaji filsafat,ngaji filsafat fahrudin faiz terbaru,ngaji filsafat cinta,filsafat fahruddin faiz,fahruddin faiz ngaji filsafat terbaru,dr fahrudin faiz ngaji filsafat,filsafat,ngaji filsafat dr fahruddin faiz,fahrudin faiz filsafat,ngaji filsafat barat lagi fahruddin faiz,dr fahrudin faiz ngaji filsafat terbaru,ngaji filsafat india,filsafat cinta

Anda mungkin menyukai postingan ini