Mencapai Tingkatan  Dzikir Thoriqoh  Hu | Zikir Nafi Isbat (DZIKIR TAREKAT)

Mencapai Tingkatan Dzikir Thoriqoh Hu | Zikir Nafi Isbat (DZIKIR TAREKAT)

Pandir.com - Mencapai Tingkatan Zikir Hu (ZIKIR TAREKAT) | Berikut ini adalah kajian terbaru tentang Mencapai Tingkatan Zikir Hu (ZIKIR TAREKAT) Kajian kali ini kami kutib dari kajian filsafat Dr.Fahruddin Faiz.

Mencapai Tingkatan  Dzikir Thoriqoh  Hu | Zikir Nafi Isbat (DZIKIR TAREKAT)

Postingan tentang Mencapai Tingkatan Zikir Hu (ZIKIR THORIQOH) ini juga kami buat dalam bentuk video dan sudah kami upload di chanel youtube kami dengan judul Mencapai Tingkatan Zikir Hu (ZIKIR THORIQOH).

BACA JUGA : Tiap manusia mempunyai jalan hidup yang berbeda

Jika Anda membutuhkan informasi atau bahan kajian untuk tugas sekolah tentang Mencapai Tingkatan Zikir Hu (ZIKIR TAREKAT) sekarang anda berada di blog yang tepat. Langsung saja silakan di baca sampai habis artikel tentang Mencapai Tingkatan Zikir Hu (ZIKIR TAREKAT) yang senaja kami sajikan dalam bentuk tulisan dan video.

Mencapai Tingkatan Zikir Hu (ZIKIR TAREKAT)

Ini ada satu bab khusus tentang dzikir baunya mix antara Tarekat Samaniyah sama Tarekat Syadziliyah. Bagi yang tertarik bisa dicoba dipraktekkan Kalo abis sholat malam.

wudhu jelas.. wudhu itu dua aspek, membersihkan lahir itu wudhu, membersihkan batin itu istighfar. Perbanyak istighfar biar batin kita bersih Kemudian wudul lah untuk menghilangkan hadas lahirnya. Kalau punya baju putih pakailah baju yang warnanya putih, Kalau nggak ya nggak apa-apa.

BACA JUGA : Habib Rizieq Syihab Ingatkan 8Tokoh Wahabi Ini

Tidak harus dalam bentuk jubah atau daster ya biasa aja sarung juga nggak apa-apa yang penting bersih suci. Cari tempat yang sunyi jangan sambil nonton sepakbola. Adalah yang beberapa habis sholat tahajud, terus sambil wiritan sambil nonton sepakbola. Tidak... Hatinya Harus hadir..

Terus... ini ijazah dari Syekh Muhammad Arsyad. Sholatlah dua rakaat meminta pertolongan pada Allah, duduk bersila menghadap kiblat, kedua telapak tangan diatas lutut. Dzikirlah jangan kesusu jangan banyak-banyak tidak tergantung kuantitasnya. Sekali aja asal mantep malah ngak apa-apa.

Pertama baca lah "Lā ilāha" sambil niatkan di batinmu. Buanglah semua yang berbau dunia rendahkan semua yang bukan Allah, anggeplah semua yang muncul di kepalamu yang enggak ada hubungannya sama Allah itu hanya bayangan majazi Ndak penting. Tidak harus diperjuangkan mati-matian.

Jadi Lā ilāha namanya Zikir Nafi Isbat. Buang semua yang bukan Allah, nanti dipikiranmu muncul macam-macam itu, bisa kuliah, bisa pacar, bisa orangtua, bisa rumah,bisa macam-macam. Biarkan datang tapi terus kilah satu-satu, ini tidak penting ini, tidak penting ini. ini tidak penting ini.

BACA JUGA : Asal usul sholawat jibril

Apapun yang muncul di kepalamu tidak penting kan, setelah itu baru Isbat baru baca "Lā ilāha" , yang penting hanya Allah, yang penting hanya Allah, cukup Allah saja. Kalau di Muhammad Arsyad, Pejamkan matamu tegaskan bahwa hanya Allah saja yang penting, Bahkan diriku sendiri tidak penting. Kalau masih belum mantep diulang lagi "Lā ilāha Illā 'l-Lāh". Jangan tergantung jumlah, tergantung teman-teman. Cuma beberapa ulama memang menyarankan jumlah. Dengan asumsi semakin banyak kamu baca, entah di bacaan keberapa, di rentang waktu keberapa, otomatis lailaha semua yang selain Allah akan lenyap, Illā 'l-Lāh.. kecuali Allah.

kalau mampu Nafi Isbat itu, lama-lama kalau sudah mantep, zikirnya jadi pendek. jadi tinggal Allah. Karena tadi yang dunia sudah dibuang semua, "Illā 'l-Lāh" kecuali Allah, kalau sudah sukses kamu di wirid pertama, nanti tinggal Allah saja. Maka wiridnya, Allah, Allah, Allah terus...

Nanti di Tarekat Khalwatiyah bisa sampai 5000 kali Sarannya wirid Allah, Allah, Allah, Allah, Sekian ribu nanti ada yang hilang kadang-kadang mulutmu sudah ndak mewakili lagi, detak jantungmu akan bilang sendiri. Tapi serius ya.. Khusuk terus,Khusuk terus bilang "Allah" sampai nanti nyampe di level bahwa kata-kata "Allah" itu kan masih nama sudah tidak penting lagi kata-kata. Yang penting dia Allah itu,

Maka Allah tinggal kata-kata terakhir "HU" (dia). Maka thoriqoh tertentu ada "HU"...Boleh kamu coba, cuma kalau Allah sudah kamu lewati jangan di awal kamu sudah "HU" "Lā ilāha Illā 'l-Lāh" juga sudah lewat cuma ini agak dalam, boleh kamu "HUuuuuu...,HUuuuuu...,HUuuuuu..." terus.. Cuma pikirannya nggak boleh bercabang lagi.Kalau sudah dimakom "HU" mungkin kamu akan banyak melihat bersitan-bersitan cahaya jangan dipedulikan, terus baca "HUuuuuu.... Oke, itu Tarekat Samaniyah, Sebenarnya lebih dekat Tarekat Syadziliyah

Ini Muhammad Arsyad.. "Cuma jangan di shortcut" kalau di shortcut enggak ada rasanya kamu tiwas capek, Nanti itu yang bikin semacam sugesti ke dalam "HU" nanti kalau di hindu kan jadinya "HUM" cuman Saya takut kalau kamu pakai "HUM" jadinya "HUM" tolelot. Ndak, jadi pakai "HU" aja.. allohu tinggal "HU" nya, dan puncaknya nanti sudah tidak ada kata. tidak ada suku kata...

BACA JUGA : Kata Mutiara Nasihat Berharga Dari Kanjeng Ratu Roro Kidol

Cuma, kamu ngak akan nyampe kesini, kalau hanya formalitas.. Saya bilang tadi ada awalannya "mubtadi' tadi. Kalau hatimu masih macem-macem isinya enggak akan nyampe. Bisa kamu lakukan cuma hasilnya tidak maksimal. "HU" nya tidak akan mantep, Allahnya juga tidak mantep, tidak akan bisa otomatis detak Jantungmu jadi "Allah" Tergantung mulut terus.. Itu sama kayak kamu wirid Allah direkam di player itu kan dia bisa wiridan Allah terus. tidak masuk...

oke.. Itu zikir, dengan itu kita bisa fana. ada fana Faraidh. ada fana nawafil.Fana yang kedua, dua jenis fana namanya al-Qurb al-Nawafil sama al-Qurb al-Faraidh.

al-Qurb al-Nawafil itu melenyapkan semua sifat-sifat basyariyah dalam sifat-sifat Allah. Kalau al-Qurb al-Faraidh melenyapkan dirinya sendiri termasuk segala alam semesta kecuali Allah. Jadi, kalau kita bisa melenyapkan segalanya termasuk diri kita dan sampai kelevel i'tiqad hanya Allah saja yang ada itunamanya al-Qurb al-Faraidh.

Kalau hanya perbaikan akhlak sifat-sifat basyariyah tadi yang kita musnahkan nafsu dan lain-lain, itu namanya al-Qurb al-Nawafil. Yang Nasut yang kemanusiaan yang kita buang tinggal yang Lahut saja, fana dalam sifat-sifat Allah namanya al-Qurb al-Nawafil. Kalau kita bisa melenyapkan semuanya yang tersisa hanya tinggal Allah saja, namanya al-Qurb al-Faraidh.

BACA JUGA : Wanita Bukan Makhluk Lemah

Ini teorinya Muhammad Arsad.. Ini tadi yang saya sebut mati sebelum mati. Ringkasnya ada tiga mati sebelum mati itu, yang pertama level awam. Mati sebelum mati itu ingat mati terus.. Ingat-ingatlah satu kebenaran yang pasti dan mutlak dalam hidup ini satu-satunya adalah mati. makanya ada hadis كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا cukup mati saja sebagai nasehat, hidup kita akan tertib. jadi, mati sebelum mati yang pertama itu ingat mati.. Jadi ada level kedua mati sebelum mati itu membunuh hawa nafsu duniawi membunuh hasrat keduniaan, sifat-sifat kemanusiaan, kita bunuh mati yang dunia ini. Kayak teorinya seh Siti Jenar

Jadi yang duniawi-duniawi kita padamkan.. Kita nyalakan yang Ilahi itu mati sebelum mati makna kedua

Makna yang ketiga mati sebelum mati itu semuanya kita lenyapkan biar tersisa Allah saja. itu level paling tinggi.. Itu yang saya bilang agak dekat sih, ada juga bau wahdatul wujud nya meskipun secara umum beliau menjaga masyarakat awam dari pandangan-pandangan yang bisa membuat mereka tersesat.

Orang awam yo syariat dulu.. Diajari cara ibadah yang bener lewat thoriqoh-thoriqoh baru masuk ke hakekat. Jangan ujug-ujug orang awam diajari hakekat. Hakekat itu dari pengalaman langsung jangan diceritakan secara verbal pada orang awam, itu yang dimaksud oleh Syekh Muhammad Arsyad sehingga memfatwakan Syech Abdul Hamid itu sesat.

Dia menjaga umat tidak menyalahkan ajarannya, karena umat juga penting. Dan beliau memang posisinya saat itu sebagai Mufti. Mufti kan dia bertanggung jawab terhadap umat dengan syariatnya, jangan sampai rusak..

Kami menulis artikel tentang Mencapai Tingkatan Zikir Hu (ZIKIR TAREKAT) karena banyak yang mencari informasi tentang " dzikir thoriqoh,dzikir thoriqoh qodiriyah wa naqsyabandiyah,dzikir thoriqoh syadziliyah,dzikir thoriqoh sammaniah,dzikir thoriqoh shiddiqiyyah,dzikir thoriqoh naqsyabandiyah,dzikir thoriqoh habib luthfi,dzikir thoriqoh qodiriyah wa naqsyabandiyah suryalaya,dzikir thoriqoh tijaniyah,sufi dzikir,dzikir sufi hu,dzikir sufi allah,dzikir sufi mengundang jin,dzikir sufi sesat,dzikir sufi allah hu,dzikir sufi naqshabandi,dzikir sufi indonesia,hu zikri,hu

Anda mungkin menyukai postingan ini