Sifat Iri Dan Sombong Hanya Akan Menjatuhkan Diri Sendiri

Iri Dan Sombong – Iri adalah merasa kalah terhadap orang lain, dan sombong itu adalah merasa menang terhadap orang lain. Iri dan sombong inilah yang menyebabkan orang berusaha keras mati matian jungkir-balik salto, untuk memperoleh semat kekayaan. Drajat kedudukan dan keramat kekuasaan.

Sifat Iri Dan Sombong Hanya Akan Menjatuhkan Diri Sendiri

Idam-idaman orang yang iri hati atau sombong adalah asal dapat melebihi orang lain dalam segala hal. Dalam hal makanan, pakaian perumahan, keluarga, anak dan sebagainya. Ia ingin melebihi orang lain sedangkan orang-oang lain pun ingin menyaingi atau melebihi orang lain lagi.

Dari itu, beribu-ribu dan berjuta juta manusia bila di jangkiti iri dan sombong, tindakan-Nya hanyalah menjatuh-Kan satu sama lain. Bersaingan sehingga semuanya jatuh ke bawah.

Nah, itu tadi quot-Nya dan Di bawah ini adalah video dan Tauziah singkat oleh Bpk.Dr Fahrudin Faiz. Tentang Sifat Iri Dan Sombong Hanya Akan Menjatuhkan Diri Sendiri Semoga kita bisa mengambil hikmahnya, dan smoga dapat menambah wawasan ilmu yang bermanfaat yang bisa membawa hidup kita selangkah lebih dekat menuju Allah SWT.

Jangan lupa untuk memberi dukungannya dengan cara berlanganan video di chanel kami. Langsung saja menuju Tautan ini untuk berlanganan video di chanel baru pakpandir.com, yang di beri nama Catatan Ngaji.

Video Ngaji Tentang Iri Dan Sombong

Tauziah Singkat Tentang Iri Dan Sombong

Iri Hati – Iri itu bearti merasa kalah terhadap orang lain, kalau sombong itu bearti menang terhadap orang lain. Iri itu kan merasa kalah, [teman-mu cakep kamu merasa ngak cakep] bearti kamu merasa kalah, Akhirnya ngiri. Orang yang ngiri itu pasti levelnya di bawah yang dia iri.

Bearti iri itu tandanya levelmu lebih rendah dari yang kamu iri. Dan itu sengsara luar biasa. Jadi jangan iri…

Sombong – Sombong itu bearti kamu merasa menang, Merasa levelmu lebih tinggi dari pada yang lain. Dan itu bahaya, karena kamu menyusahkan dirimu sendiri. Jangan kamu kira diangep yang di atas itu enak.! Lebih enak diangep orang miskin, orang jelak dari pada kamu diangap anak sholeh. Diangap anak baik [nah,itu abot/berat].

Apalagi kamu merasa: (“saya anak sholeh lho”) nah, itu wis beban wis [kamu ada adzan harus ke masjid, kalua senen harus… ?! la iya kan harus begitu] salahmu sendiri kamu merasa jadi anak sholeh. Jadi merasa lebih tinggi itu resiko. Maka jangan iri dan jangan sombong.

Pos terkait