Syiir Tanpo Waton Terjemahan Serta Hubungannya dengan Gusdur

Lirik Syiir Tanpo Waton Arab Latin Dan Artinya. Syiir Tanpo Waton lirik lengkap terjemahan Serta Hubungannya dengan Gusdur
Lirik Syiir Tanpo Waton Arab Latin Dan Artinya. Syiir Tanpo Waton lirik lengkap terjemahan Serta Hubungannya dengan Gusdur

syiir tanpo waton Arti Dan Terjemahan Serta Hubungannya dengan Gusdur –
Siapa Yang Tidak Kenal Gusdur. Gus Dur merupakan cucu dari KH. Hasyim Asyari, pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama (NU).
Beliau juga merupakan mantan presiden RI yang ke-4 yang sangat berpengaruh.

Video Sholawat TONTON
MP3 Sholawat DENGAR

Diantara jasa beliau yang kita kenal salah satunya adalah populernya syiir tanpo waton yang tidak asing lagi di kalangan warga NU.

Bacaan Lainnya

Terkait syiir tanpo waton, Di sini Pakpandir akan membeberkan sesuatu yang unik yang mungkin tidak banyak di ketahui orang. Sebenarnya syiir yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘syiir tidak asal-asalan’ ini bukanlah ciptaan Gus Dur. Namun, karena kepopuleran syiir ini berkat Gus Dur, maka syiir ini dianggap ciptaan beliau.

syiir tanpo waton Sebenarnya Adalah Hasil Karya KH. Moh. Nizam As-Sofa alias Gus Nizam, pengasuh Pondok Pesantren Ahlus Shofa wal-Wafa, Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur yang menciptakannya. Beliau adalah cucu KH. Sahlan yang tidak lain merupakan ulama besar dari daerah Krian.

Berdasarkan cerita, suara Gus Nizam ketika direkam memang mirip dengan suara Gus Dur. Oleh sebab itu tidak heran jika banyak masyarakat yang salah paham terkait hal ini.Adapun lirik dari syiir tanpo waton tersebut adalah sebagai berikut:

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran. Kelawan muji maring pengeran
Aku memulai menembangkan (menyanyikan) syiir, dengan memuji kepada Tuhan

Kang paring rohmat lan kenikmatan # Rino wengine tanpo pitungan
Yang memberi rahmat dan kenikmatan siang dan malam tanpa perhitungan

Duh bolo konco priyo wanito # Ojo Mung ngaji syare’at bloko
Wahai para sahabat pria dan wanita jangan hanya belajar syariat belaka

Gur pinter dongeng, nulis lan moco # Tembe mburine bakal sangsoro
Hanya pandai mendongeng (bicara), menulis, dan membaca akhirnya hanya akan sengsara

Pos terkait