Tentang Anak Dari Kata Mutiara Kahlil Gibran

Tentang Anak Dari Kata Mutiara Kahlil Gibran –Postingan tentang “Tentang Anak Dari Kata Mutiara Kahlil Gibran” adalah Sesi Ngaji Filsafat oleh Dr.H.Fahruddin Faiz, yang di selengarakan dari Masjid Jendral Sudirman Jogyakarta.

Tentang Anak Dari Kata Mutiara Kahlil Gibran

Tema kajian kali ini adalahFilsafah Barat mengangakat tokoh Kahlil Gibran.Berikut ini cuplikan kajian Singkat yang kami beri judul” Tentang Anak Dari Kata Mutiara Kahlil Gibran “

Kata Mutiara Kahlil Gibran Tentang Anak

Anakmu bukanlah milikmu, mereka putra putri sang hidup, yang rindu pada diri sendiri. Lewat engkau mereka lahir namun tidak dari engkau. Mereka ada padamu tapi bukan hak mu. Berikan mereka kasih sayangmu tapi jangan paksakan bentuk pikiranmu. sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya. Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat engkau kunjungi sekalipun dalam impian. Jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan. Kau boleh menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu. Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, pun tidak tengelam di masa lampau. Kaulah busur dan anak-anak mu, anak panah yang meluncur.

Catatan pertama : Anak-anak kita, [tanda petih ya] anak itu bisa anak lahiriyah yo anak beneran, boleh kamu tafsirkan murid, boleh kamu tafsirkan orang yang ada di bawahmu yang harus kamu bimbing. Jadi awalnya memang anak anak lahiriyah yo itu memang dari kita sih kita yang melahirkan kita yang bikin mereka hadir di dunia. Tapi bukan kita yang menentukan kehadiran-Nya . Mereka cuma lewat kita.

Maka bahasa indonesia yang ada istilah BIKIN ANAK itu menyesatkan. Ngak bisa orang bikin anak. Siapa berani menjamin kamu misalnya besok kamu punya istri punya suami berhubungan terus “Ayo kita bikin anak” Ngak bisa. Yang bisa menentukan kamu hamil atau ngak kan bukan dirimu. Kamu bisanya kan cuma main gitu aja, hasilnya kan tidak tergantung dirimu. Secanggih-cangih-Nya sains ngak bisa bikin anak. “Lho sekarang kan bisa pak bayi tabung, bisa inseminasi buatan” Itu toh ngak 100%. Bayi tabung ya bisa gagal inseminasi buatan ya bisa gagal. Kita ngak bisa bikin anak.

Pos terkait